Sunday, March 31, 2013

MAFHUM SEBELUM MINUM




Anda tahu berapa banyak jumlah merek dagang obat yang beredar di Indonesia? Saya tidak tahu angka pastinya. Setidaknya pasti puluhan ribu, bahkan mungkin hingga beberapa ratus ribu. Itu pun setiap tahun masih ada tambahan ribuan merek obat baru yang beredar. Menurut catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), sepanjang tahun 2012 saja, ada sekitar empat ribu produk obat, obat tradisional, dan suplemen yang teregistrasi. Ini baru jumlah dalam satu tahun. 

Tiap tahun ribuan produk baru membanjiri pasar, sementara kita sebagai konsumen tidak mengetahui apa-apa mengenai produk-produk ini. Kita mempercayakan urusan obat sepenuhnya kepada petugas kesehatan (dan... iklan!) Saat kita pulang dari dokter dan apotek, kita membawa satu kresek obat yang kita tidak tahu apa isinya dan bagaimana efeknya terhadap tubuh. Padahal, sebagai konsumen kita mestinya punya pengetahuan mengenai apa yang kita bayar dan kita konsumsi.  

Obat sejatinya adalah racun. Lebih tepatnya, “racun yang punya manfaat”. Dokter adalah orang yang meresepkan racun itu. Dan apoteker adalah orang yang menyediakan racun itu. Karena berurusan dengan racun itulah, dokter dan apoteker bekerja di bawah sumpah.

Sebetulnya jumlah obat esensial (yang memang sangat kita butuhkan dan sebaiknya kita ketahui) tidak begitu banyak. Hanya dalam kisaran beberapa ratus. Namun, faktanya, di Indonesia obat yang beredar di pasar jumlahnya sangat banyak. Dalam hitungan ribuan. Seolah-olah kita memerlukan semuanya. Banyaknya jumlah obat ini cukup membingungkan. Bukan hanya bagi konsumen awam, bahkan juga bagi dokter dan apoteker. (Buku Obat ini memang ditulis karena penulis berusaha mengurai kebingungan itu :p)

Buku pedoman obat yang diperuntukkan buat tenaga kesehatan sudah banyak diterbitkan. Jika Anda rajin pergi ke toko buku Gramedia atau Gunung Agung, Anda bisa mengamati, di sana biasanya ada satu rak khusus yang sepanjang tahun selalu berisi buku berjudul ISO Indonesia dan MIMS. ISO kependekan dari Informasi Spesialite Obat. MIMS singkatan dari Monthly Index of Medical Specialities. Buku-buku ini hanya untuk tenaga kesehatan seperti dokter, dokter gigi, apoteker, bidan, dan perawat. Sementara, buku panduan serupa yang ditulis untuk konsumen (yang harus membayar dan menerima risikonya) justru masih belum banyak.

Apakah orang awam perlu memiliki pengetahuan mengenai obat-obatan? Bukankah ilmu obat itu memang wilayah tenaga kesehatan?

Tentu saja konsumen tidak perlu tahu urusan obat seperti mahasiswa jurusan kedokteran atau farmasi. Yang perlu diketahui adalah pengetahuan dasar yang membuat mereka tahu apa yang mereka minum.

Penjelasan di buku ini sama sekali tidak dimaksudkan agar pembaca bisa mengobati diri sendiri dan tidak perlu datang ke dokter. Penjelasan obat di sini lebih dimaksudkan sebagai bekal pengetahuan agar orang awam mengetahui isi obat yang mereka minum, bagaimana cara kerjanya, apa efek sampingnya, dan informasi-informasi lain yang perlu diketahui.

Idealnya dokter dan apoteker memberi penjelasan gamblang kepada pasien. Namun, seperti kita tahu, kondisi layanan kesehatan di Indonesia masih jauh dari bagus. Pasien sering tidak mendapatkan penjelasan yang memadai tentang obat yang diberikan kepadanya. Bahkan, pasien yang menggunakan haknya untuk bertanya pun sering dianggap rewel dan bawel. Padahal, informasi yang penting dan jujur adalah hak pasien.

Buku ini ditulis untuk pembaca awam, karena itu tidak mengikuti kaidah umum dalam dunia ilmiah. Istilah-istilah medis yang sulit dipahami saya terjemahkan ke dalam bahasa populer yang mungkin kurang tepat—menurut standar ilmiah. Tujuannya semata-mata agar lebih mudah dipahami.

Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Dan, seperti ungkapan khas warung padang, “Jika Anda puas, bilang kepada teman. Jika Anda tidak puas, bilang kepada kami,” begitu pula dengan buku ini. Jika Anda punya masukan, kritik, data tambahan, atau sejenisnya, silakan sampaikan ke penulis.

Salam,

Penulis


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



Saturday, March 30, 2013

OBAT DEMAM (1)


Dari sekian banyak merek obat yang beredar di Indonesia, salah satu obat yang paling banyak memiliki merek dagang adalah parasetamol, obat demam yang juga punya khasiat meredakan nyeri. Jumlahnya tak kurang dari 250 merek dagang. Artinya, demam adalah salah satu alasan yang paling banyak membuat orang minum obat. 

Demam sebetulnya bukanlah sebuah penyakit. Demam merupakan salah satu mekanisme tubuh bereaksi terhadap sesuatu yang tidak normal, misalnya infeksi virus atau bakteri. Tubuh menaikkan suhu dirinya untuk membunuh kuman penginfeksi itu. Kita tahu, bakteri dan virus tidak tahan terhadap panas.

Demam juga merupakan salah satu cara alami mengaktifkan sistem pertahanan tubuh. Kita tahu, kuman bisa mati jika terkena suhu panas. Demam juga membuat sel-sel darah putih lebih aktif melawan virus dan bakteri. Jadi, sebetulnya demam punya fungsi yang baik bagi kesehatan kita. Itu sebabnya Mayo Clinic menyarankan, untuk penyakit yang tidak berbahaya, demam tidak perlu diobati! Jika setiap kali demam, kita minum obat, itu sama saja dengan menghentikan kerja tubuh melawan kuman dan meningkatkan imunitas.

Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi. Sebagian kecil disebabkan oleh kondisi lain, misalnya akibat terpapas panas lama di bawah sinar matahari. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, bisa juga oleh virus. Beda sebab, beda pula pengobatannya.

   Sekalipun demam sebetulnya baik bagi daya tahan tubuh, kita tetap memerlukan obat demam. Sebab, kalau dibiarkan saja, demam bisa menyebabkan risiko buruk, misalnya dehidrasi, kejang (kalau demam sangat tinggi). Pada bayi, demam biasanya menyebabkan mereka menjadi rewel dan kurang istirahat.

Suhu tubuh normal manusia adalah 37 C. Disebut demam jika suhunya 38 C atau lebih. Pada orang dewasa, demam pada umumnya tidak berbahaya kecuali jika mencapai suhu 39,4 C. Pada anak-anak, demam harus diwaspadai kalau suhunya mencapai 38 C.

Ukur dengan Termometer
Dalam kondisi demam, kita sebaiknya tahu persis berapa suhunya. Ini penting sebab merupakan dasar untuk mengambil tindakan. Karena itu, setiap keluarga, terutama yang memiliki bayi atau anak-anak, sangat disarankan memiliki termometer. Sebaiknya termometer digital, bukan termometer air raksa karena air raksa bisa berbahaya jika tertelan.

Pengukuran suhu tubuh harus benar-benar akurat. Hasil pengukuran yang tidak akurat, misalnya meleset 1 oC saja, bisa menyebabkan kita melakukan tindakan yang salah. Pastikan termometer masih akurat.

Pengukuran di ketiak biasanya kurang akurat. Pengukuran suhu paling akurat bisa dilakukan di anus. Kalau pengukuran suhu anus dianggap merepotkan, pengukuran suhu bisa dilakukan di dalam mulut.

Jika pengukuran suhu lewat anus menunjukkan 38,0 C, biasanya pengukuran lewat mulut terbaca 37,8 C. Sementara pengukuran lewat ketiak terbaca 37,2 C. 

Setelah tahu persis berapa suhunya, kita bisa menentukan tindakan yang tepat. Ada ratusan penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan demam. Demam bisa merupakan gejala dari berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan sampai yang berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter.

Yang ringan misalnya demam karena flu-pilek, imunisasi, tumbuh gigi, atau paparan sinar matahari. Yang tergolong serius misalnya demam tifoid (tifus), infeksi saluran napas, atau infeksi saluran cerna. Yang kritis dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter misalnya demam berdarah.

Tinggi rendahnya suhu tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat bahaya sebuah penyakit. Ada kalanya penyakit gawat hanya disertai demam ringan. Sebaliknya ada pula penyakit ringan yang disertai demam tinggi.

Pengukuran suhu memang penting. Tapi jangan terpaku pada angka di termometer. Kondisi anak jauh lebih penting dari angka temperatur. Walaupun suhu tinggi, mungkin demam itu tidak begitu berbahaya jika anak masih aktif seperti biasa. Sebaliknya, walaupun demamnya tidak begitu tinggi, bisa saja kondisinya gawat kalau ia menunjukkan gejala lain yang kritis, misalnya tidak responsif, muntah, atau diare.

Saat kita atau anak kita mengalami demam, kita memang harus tetap tenang, tapi juga jangan terlalu meremehkan. Sebab, demam bisa jadi merupakan gejala demam berdarah dengue. Di Indonesia, penyakit akut ini masih merupakan salah satu ancaman serius yang setiap tahun merenggut banyak korban.



Cara Mengukur Suhu Lewat Mulut:

  • Bersihkan ujung termometer.
  • Masukkan ujung termometer ke bawah lidah. (Lihat gambar. Sumber:www.healthychildren.org)
  • Tahan minimal satu menit, baca hasilnya. 
  • Keluarkan termometer. 




Cara Mengukur Suhu Bayi Lewat Anus:

  • Oleskan pelumas pada ujung termometer.
  • Tengkurapkan bayi di pangkuan, atau telentangkan. 
  • Masukkan 1,5-2,5 cm ujung termometer secara hati-hati ke dalam dubur.
  • Tahan bayi dalam posisi tengkurap atau telentang selama tiga menit. Posisi bayi harus ditahan karena jika ia menggeliat, termometer bisa masuk terlalu dalam dan menyebabkan luka.
  • Baca hasilnya lalu keluarkan termometer.
  • Jangan gunakan termometer di anus untuk pengukuran di mulut.





Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



OBAT DEMAM (2)




Pilihan Pertama: Parasetamol
Jika demam flu-pilek tidak berbahaya, apakah itu berarti obat tidak diperlukan dalam kondisi ini? Pada anak-anak, obat demam dianjurkan untuk diberikan jika suhu tubuhnya mencapai 38,9 C atau lebih. Tujuan minum obat tidak untuk menghilangkan demam tetapi untuk menurunkan suhu.

Obat demam sangat diperlukan, terutama buat anak yang pernah punya riwayat kejang-demam. Sekali anak mengalami kejang demam, ia punya kemungkinan mengalaminya lagi saat mengalami demam tinggi lagi. Obat demam juga diperlukan untuk menghentikan rewel pada bayi yang membuatnya menjadi kurang tidur.

Jika memang obat penurun panas diperlukan, obat pilihan utama yang dianjurkan adalah parasetamol. Dibandingkan obat-obat penurun panas lainnya, parasetamol paling aman asalkan digunakan dengan dosis normal dan tidak dalam jangka panjang. Contoh merek dagang yang terkenal: Panadol.

Jika bayi tidak bisa menelan obat, orangtua bisa memberikan parasetamol dalam bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.

Hati-hati jika menggunakan obat tetes. Baca betul aturan pakainya. Pada saat meneteskan ke mulut bayi, perhatikan betul volumenya sudah tepat. Risiko terjadinya overdosis lebih besar daripada parasetamol sirup yang diminum dengan sendok. Pasalnya, obat tetes mengandung parasetamol dalam konsentrasi yang tinggi. Kesalahan volume sebesar 0,3 ml liter saja bisa menyebabkan anak minum parasetamol 30 mg lebih banyak. Overdosis parasetamol bisa menyebabkan masalah di lever (hati).

Risiko overdosis harus diwaspadai mengingat aturan pakai obat-obatan di Indonesia biasanya didasarkan pada umur, bukan berat badan. Padahal, yang lebih tepat mestinya didasarkan pada umur dan berat badan. Ada kalanya anak baru berusia dua tahun tapi berat badannya seperti anak umur empat tahun. Begitu pula sebaliknya, anak dengan usia empat tahun tapi berat badannya seperti anak umur dua tahun.

Pilihan Kedua: Ibuprofen

Jika parasetamol sudah tidak mempan, kita bisa menggunakan ibuprofen. Namun, pemakaiannya jangan digabung. Gunakan salah satu saja. Jika keduanya diberikan dalam waktu berdekatan, mungkin saja overdosis.

Contoh merek dagang ibuprofen yang terkenal: Proris. Dibandingkan parasetamol, ibuprofen memiliki kemampuan menurunkan panas lebih kuat. Namun, ibuprofen memiliki kelemahan karena punya efek samping lebih banyak.

Ibuprofen sebaiknya tidak digunakan pada bayi di bawah enam bulan, atau pada kondisi demam yang disertai muntah dan dehidrasi, serta pada demam berdarah. Pada penderita demam berdarah, ibuprofen justru akan meningkatkan risiko perdarahan.

Hindari Aspirin
Jika dua obat ini sudah tidak mempan, sebaiknya segera pergi ke dokter. Kecuali atas resep dokter, sebaiknya jangan menggunakan aspirin (asetosal) karena obat ini punya efek merugikan yang lebih banyak.

Obat flu terbaik adalah istirahat dan minum banyak cairan, seperti air putih, jus buah yang encer, kuah sup, air hangat, ASI, susu, atau oralit siap minum (misalnya Pedialyte). Dalam keadaan demam, tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya. Itu sebabnya kita harus minum air lebih banyak dari biasanya.

Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal. Hindari mandi dengan air dingin. Sebaiknya gunakan air suam-suam kuku. Mandi dengan air dingin justru bisa merangsang tubuh untuk meningkatkan temperatur.


 Obat 
Contoh merek dagang
Parasetamol
Panadol, Alphagesic, Alphamol, Analpim, Biogesic, Bodrexin Demam, Contratemp, Cupanol, Dumin, Erphamol, Farmadol, Fasgo Forte, Fevrin, Grafadon, Ikacetamol, Itamol, Lanamol, Kamolas, Maganol, Naprex, Moretic, Nasamol, Nufadol, Ottopan, Pamol, Praxion, Propyretic, Pyrex, Pyrexin, Pyridol, Sanmol, Tempra, Turpan, Xepamol Drops
Ibuprofen
Proris, Anafen, Arfen, Arthrifen, Brufen, Bufect, Dofen 400, Dolofen-F, Ethifen, Farsifen, Fenatic, Fenris, Ibufenz, Iprox, Lexaprofen, Mofen, Moris, Ostarin, Profen, Prosic, Prosinal, Rhelafen, Ribunal, Spedifen, Yariven



Kapan perlu ke dokter?

Pada Bayi dan Anak-anak:
·         Jika demam mencapai 38,3 C atau lebih
·         Jika usia bayi belum genap tiga bulan
·         Jika bayi tidak mau makan atau minum
·         Jika bayi terus-terusan rewel atau tidak responsif
·         Disertai muntah, diare, ruam (bercak merah) di kulit, atau lesu
·         Demam tidak sembuh lebih dari 24 jam (untuk anak yang belum genap dua tahun)
·         Demam tidak sembuh lebih dari 3 x 24 jam (untuk anak di atas dua tahun)


Pada Orang Dewasa:
·         Jika demam mencapai 39,4 C atau lebih
·         Jika demam tidak sembuh dalam tiga hari
·         Disertai salah satu dari gejala ini: sakit kepala hebat, nyeri saat menelan makanan, ruam di kulit yang berkembang, sensitif terhadap cahaya terang, leher kaku dan sakit saat digerakkan, muntah-muntah, kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri perut, atau nyeri saat kencing



Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.




Thursday, March 28, 2013

OBAT SAKIT KEPALA DAN NYERI (1)


Apa obat sakit kepala yang paling cespleng? Jika Anda bertanya kepada Hilbram Dunar, presenter acara “Mario Teguh Golden Ways”, jawabannya tentu Bodrex®. Tapi kalau Anda bertanya kepada Mario Teguh, biangnya langsung, tentu jawabannya lain: Pamol Forte®.

Kalau Anda bertanya kepada Tom, si kucing yang selalu sial dalam serial kartun Tom and Jerry itu, jawabannya tentu lain lagi: Aspirin®. Di beberapa episode, Tom minum obat ini karena pusing dikerjai oleh Jerry. Tom and Jerry perlu kita bahas di sini karena hal ini berkaitan dengan budaya memilih obat sakit kepala di masyarakat.

Kesimpulannya, mana yang lebih cespleng: Pamol Forte®, Bodrex®, atau Aspirin®? Tidak ada obat sakit kepala yang cespleng. Kalaupun ada, wallahu a’lam. Obat yang cespleng harusnya bisa menyembuhkan sakit sampai ke akar-akarnya. Faktanya, tidak ada obat sakit kepala yang menyembuhkan sampai ke akar penyebabnya. Obat sakit kepala yang banyak beredar di pasar hanya meredakan rasa nyeri. Nyeri kepala hanyalah gejala, bukan sakit itu sendiri.

Kemungkinan penyebab sakit ini banyak sekali, lebih dari dua ratusan. Bukan hanya penyakit di sekitar kepala dan leher. Gangguan di daerah perut, dada, pembuluh darah, bahkan ujung kaki pun bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, bukan pekerjaan mudah, bahkan bagi dokter sekalipun, untuk mencari akar masalahnya. Untuk menemukan penyebabnya, dokter harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jadi, jangan merasa dikerjai jika hanya karena urusan sakit kepala, dokter bertanya urusan makan, tidur, sampai masalah di kantor dan problem rumah tangga. Itu bagian dari metode dokter menemukan akar penyakit.  

Sebagian besar orang pernah mengalami sakit kepala, terutama kaum perempuan. Seperti namanya, gejala utama sakit ini berupa rasa nyeri di sekitar daerah kepala dan leher. Nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.

Sakit kepala bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor, kemungkinannya banyak sekali. Beberapa di antaranya:  

1.       Perubahan hormonal. Inilah jawaban kenapa sakit kepala lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki. Jadi, penyebabnya bukan karena laki-laki lebih menyebalkan, melainkan karena memang secara biologis perempuan lebih kompleks daripada laki-laki. Perempuan punya siklus hormonal yang menyebabkan kadar estrogen naik turun. Perempuan haid, laki-laki tidak. Perempuan hamil, laki-laki tidak. Perempuan menyusui, laki-laki tidak. Semua proses ini melibatkan perubahan hormonal yang bisa menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala biasanya terjadi menjelang atau selama menstruasi. Sebagian perempuan mengalami sakit kepala saat hamil, menopause (mati haid), atau minum pil kontrasepsi (pil KB). 

2.    Stres. Jangan heran bila stres nanti masuk ke berbagai bab. Gangguan psikis ini memang bisa menyebabkan banyak sekali penyakit, mulai dari sakit kepala, sakit mag, gangguan tidur, sampai tekanan darah tinggi.

Stres dan sakit kepala sebetulnya terjadi di tempat yang berbeda. Stres terjadi hanya di otak, sementara sakit kepala terjadi di kepala dan leher. Otak sendiri sebetulnya tidak bisa merasakan nyeri karena otak tidak memilki saraf yang sensitif terhadap rangsangan nyeri. Nyeri disebabkan oleh saraf-saraf di wilayah kepala dan leher. Stres memikirkan pekerjaan di kantor atau problem rumah tangga bisa menjadi pemicu sakit kepala lewat mekanisme yang dikenal sebagai mind-body connection.

3.    Makanan. Misalnya, pemanis buatan (seperti aspartam, yang banyak terdapat di dalam minuman buatan pabrik), minuman tinggi kafein (seperti kopi kental atau suplemen yang biasa disebut “minuman berenergi”), makanan yang banyak mengandung garam atau penyedap rasa MSG (misalnya mi instan), makanan awetan, alkohol (misalnya wine), cokelat atau keju jenis tertentu, dan masih banyak lagi. Semua contoh yang disebut ini bisa saja menjadi biang keladi sakit kepala.

Selain jenis makanan, sakit kepala bisa juga disebabkan oleh pola makan, misalnya telat makan atau mengonsumsinya dalam jumlah terlalu banyak.

4.   Perubahan pola tidur. Sebagian besar orang butuh tidur 7 – 8 jam sehari. Kurang tidur atau kebanyakan tidur sama-sama bisa menjadi penyebab sakit kepala. Sebagian orang memang terbiasa tidur singkat, tapi mereka ini bukan pembanding yang umum. Dalam urusan tidur, yang penting tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas. Sekalipun kita tidur selama delapan jam sehari, bisa saja kita masih kurang istirahat jika kita tidur tidak nyenyak. Selain itu, sakit kepala bisa juga dipicu oleh perubahan jam tidur (misalnya karena kerja shift), atau jet lag.

5.    Ketegangan otot di daerah leher atau kepala. Misalnya, terlalu lama bekerja di depan komputer, terlalu lama menonton televisi, salah postur saat tidur. Bisa juga disebabkan karena ketegangan otot penglihatan. Misalnya, kita mestinya sudah memakai kaca mata tetapi memaksakan diri banyak membaca tanpa kaca mata. Ini juga bisa memicu sakit kepala.



Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



OBAT SAKIT KEPALA DAN NYERI (2)



6. Faktor fisikal. Misalnya, bekerja terlalu capek atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.

7. Perubahan lingkungan. Contohnya, pindah bekerja di tempat baru, ruangan baru, kantor baru, atau tempat tinggal baru.

8. Putus kafein, putus nikotin, dsb. Misalnya, jika seseorang biasa minum kopi atau merokok, lalu dia menghentikan kebiasaan ini, ia bisa mengalami sakit kepala karena otaknya sudah terbiasa mendapat suplai kafein dari kopi atau nikotin rokok.

9. Rangsangan indera. Misalnya, cahaya lampu yang terlalu terang, sinar matahari yang menyilaukan, suara yang terlalu bising, atau parfum yang terlalu menyengat.

10. Gas polutan. Misalnya, terlalu banyak menghidup asap knalpot, uap cat, atau asap rokok.

11. Pemakaian obat. Obat bisa menjadi biang keladi sakit kepala, terutama obat sakit kepala yang diminum terus-menerus. Mungkin ini terdengar aneh tapi memang begitulah sifat obat. Jika kita sakit kepala, lalu minum obat sakit kepala, rasa sakit itu bisa hilang sesaat. Namun, jika kita terus-terusan minum obat tersebut, obat itu justru bisa memicu sakit kepala. Itu sebabnya kalau kita langganan sakit kepala, sebaiknya kita fokus ke penyebabnya, bukan dengan cara mengandalkan obat-obatan. Obat sakit kepala hanya menyelesaikan masalah sesaat, tidak menyelesaikan masalah secara permanen, bahkan mungkin saja bisa menambah masalah.

12. Penyakit lain. Sakit kepala mungkin saja merupakan gejala dari penyakit lain, misalnya flu, demam berdarah dengue, tifus (demam tifoid), infeksi lain, tekanan darah tinggi (hipertensi), tumor, gangguan pembuluh darah, gangguan saraf gigi, dan masih banyak lagi.

Selain contoh-contoh di atas, masih ada amat sangat banyak sekali faktor yang termasuk kategori “dan lain-lain”. Saking banyaknya, tidak mungkin disebut satu persatu di sini.

Atasi Akar Masalahnya
Jika kemungkinan penyebab sakit kepala begitu banyak, lalu bagaimana kita bisa mengobatinya? Di sinilah pentingnya kita mengenali penyebabnya dengan tepat. Kekeliruan mengenali penyebabnya bisa menyebabkan sakit kepala berulang terus dan menjadi kronis. Karena penyakit ini sangat berkaitan dengan pola hidup kita sehari-hari, orang yang paling tahu penyebabnya adalah Anda sendiri.

Untuk mengatasi rasa nyeri, kita bisa menum obat-obat yang dijual bebas di apotek. Namun, harap dicatat, obat-obat ini hanya bekerja menghilangkan rasa nyeri. Jika masalah utama penyebab sakit kepala tidak diselesaikan, maka nyeri bisa saja timbul lagi berulang-ulang.

Pengobatan harus meliputi dua hal, yaitu pengobatan simptomatis (mengatasi rasa nyerinya) dan pengobatan kausatif (menghilangkan penyebabnya). Keduanya harus dilakukan beriringan. Setelah rasa nyeri diatasi, si biang keladi nyeri juga harus diselesaikan. Misalnya, jika sakit kepala dipicu oleh pola tidur yang tidak teratur, kita juga harus mengatur pola tidur. Jika penyebabnya adalah stres, kita harus mengatasi dulu stres itu. Jika penyebabnya adalah hipertensi, maka penderita juga harus mengontrol tekanan darahnya. Sekali lagi, sakit kepala sangat berkaitan dengan gaya hidup secara umum. Obat antinyeri saja tidak cukup. Harus disertai perubahan pola hidup.

Jika akar masalahnya tidak diselesaikan, sakit kepala cenderung menjadi kronis. Jika sudah kronis, umumnya penderita akan sangat tergantung kepada obat. Sedikit-sedikit minum obat. Bahkan, satu tablet kadang tidak mempan lagi lalu sampai harus menenggak dua tablet sekaligus. Selain akan membahayakan liver (hati), minum obat terus-menerus juga akan menyebabkan penderita lebih gampang terkena nyeri.

Obat Migrain

Salah satu jenis sakit kepala yang khas dan sering terjadi adalah migrain (migren). Lagi-lagi, pada orang dewasa, sakit kepala jenis migrain ini lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Gangguan migrain bisa bersifat genetik. Bisanya penderita migrain juga punya riwayat keluarga yang sama-sama menderita migrain. 

Migrain berupa sakit kepala hebat yang berdenyut-denyut. Bisa terjadi di kedua sisi kepala, tapi umumnya hanya menyerang satu sisi. Makanya orang awam menyebutnya sakit kepala sebelah”. Selama mengalami migrain, penderita biasanya menjadi sensitif terhadap cahaya dan suara. Sedemikian sensitifnya sehingga cahaya lampu biasa pun bisa sangat mengganggu. Kadang migrain juga disertai dengan rasa mual dan perasaan seolah-olah lengan atau tungkai ditusuk dengan jarum-jarum halus.

Obat sakit kepala jenis migrain ini sedikit berbeda dari obat sakit kepala biasa. Ada obat migrain yang bisa dibeli bebas, pula yang tidak. Yang kategori obat bebas, selain mengandung pereda nyeri, obat migrain biasanya juga ditambah dengan kafein. 


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.