Friday, December 23, 2011

OBAT AWET SEHAT

Kita sudah membahas masalah obat di buku ini dalam beberapa ratus halaman. Jika kita terlalu berfokus pada obat, bisa saja kita melupakan satu hal penting yaitu bahwa kita sebetulnya bisa sehat tanpa minum obat.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin menjumpai orang-orang tertentu yang gampang sekali jatuh sakit. Sedikit-sedikit sakit, minum obat, dan pergi ke dokter sampai-sampai dokter hapal betul dengan namanya. Sebaliknya, ada pula orang yang sangat kebal terhadap penyakit dan jarang sekali minum obat. Seolah-olah dia punya mantra pengusir mala.
Sebetulnya, faktor apakah yang menyebakan perbedaan itu? Faktor bawaankah? Ataukah sesuatu yang didapat?  Mari kita lihat. 
Dalam kondisi sehat, badan kita sebetulnya sudah dilengkap dengan sistem pertahanan yang melindungi tubuh dari penyakit. Para dokter menyebutnya dengan sistem imun. Jika Anda membaca istilah-istilah medis semacam leukosit, limfosit, antibodi, imunoglobulin, makrofag, dan sebangsanya, itu tak lain adalah para “tentara” yang melindungi tubuh dari serangan penyakit.
Secara alami, tubuh kita sebetulnya sudah memiliki sistem pertahanan yang sempurna. Jika sistem ini bekerja dengan baik, penyakit tidak akan gampang menyerang.
Setiap hari sebetulnya kita terpapar dengan jutaan kuman sebab memang bakteri dan virus ada di dalam makanan, minuman, bahkan udara yang kita hirup. Tapi faktanya kita lantas menjadi sakit. Jika ada kuman mencoba menginvasi tubuh kita, para tentara itu akan mencaploknya sehingga kuman itu tidak sampai menimbulkan penyakit.
Sebaliknya, jika sistem ini mengalami gangguan, maka bisa dipastikan tubuh kita akan rentan terhadap penyakit. Saat musim flu tiba, kita gampang ketularan. Mulut gampang mengalami seriawan. Sedikit-sedikit kena infeksi, batuk, radang tenggorokan, dan sebagainya.
Sistem daya tahan tubuh bekerja dengan cara yang cukup kompleks. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerjanya, antara lain nutrisi, olahraga, istirahat, stres, dan sebagainya. Karena itu, untuk menjaga agar imunitas tetap baik, kita harus mengelola semua faktor itu.

1.    Cukup gizi

Dulu kita diajari pedoman 4 Sehat 5 Sempurna. Namun, pedoman ini sudah secara resmi ditinggalkan dan diganti dengan Pedoman Gizi Seimbang (PGS)— mungkin banyak dari kita yang belum mengetahuinya.
Pedoman 4 Sehat 5 Sempurna dulu dibuat oleh Prof. Poerwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, di masa Orde Lama, ketika sebagian besar orang Indonesia kurang protein. Itu sebabnya orangtua kita disarankan banyak makan sumber protein seperti telur, ikan, ayam, sapi, susu, dsb.
Kini kondisi gizi masyarakat Indonesia sudah berubah. Memang masih banyak lapisan mayarakat kurang gizi. Tapi lapisan ekonomi menengah ke atas kini menghadapi masalah sebaliknya. Terlalu banyak gizi dan kurang bergerak. Ini bisa kita lihat dari makin tingginya angka penyakit diabetes, hipertensi, tinggi kolesterol, kegemukan, dan sebagainya. Itulah yang menjadi dasar penyusunan PGS.
Ada beberapa perbedaan penting antara PGS dan 4 Sehat 5 Sempurna. Salah satu pedoman utama yang penting ditegaskan: kita dianjurkan banyak mengonsumsi buah dan sayur, sekitar 3–5 porsi setiap hari.
Dua jenis makanan ini mengandung banyak serat yang akan menjauhkan kita dari kemungkinan sembelit (susah BAB) sehingga kita tak perlu berurusan dengan obat-obat pencahar. Serat juga mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol sehingga bisa menjauhkan kita dari obat pelangsing, obat penurun kolesterol, obat penurun lemak, dan sebagainya.
Buah dan sayur juga mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan alami yang akan membuat kita tak perlu minum suplemen multivitamin, mineral, dan sebangsanya. Masih banyak lagi manfaat buah dan vitamin yang akan terlalu panjang untuk diulas. Intinya, kedua jenis bahan pangan nabati ini seratus persen memenuhi kriteria makanan dalam “fatwa” Hippocrates, Bapak Kedokteran, “Let food be your medicine." Jadikan makanan sebagai obat.  

2.    Olahraga teratur

Daya tahan tubuh mencerminkan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tahan tubuh bekerja bahu-membahu satu sama lain. Gizi yang baik saja tidaklah cukup, harus disertai dengan olahraga yang teratur dan terukur. Dua orang yang sama-sama cukup gizi bisa saja punya daya tahan tubuh yang jauh berbeda.
Olahraga dan aktivitas fisik membuat sistem peredaran darah menjadi lancar. Dengan begitu, pasokan nutrisi buat sel-sel tubuh penjaga imunitas pun akan lancar.
Olahraga tidak harus selalu berupa kegiatan yang kita kenal sebagai sport, yang sampai membuat kita terengah-engah dan mandi keringat. Jalan cepat selama setengah sampai satu jam yang dilakukan secara rutin pun bisa menjauhkan kita dari obat-obatan. Kita mungkin tidak bisa bermain badminton, berenang, atau bersepeda. Tapi hampir semua orang bisa berjalan cepat. Jadi, tak ada alasan untuk tidak berolahraga.   

3.    Hindari stres

Secara langsung maupun tak langsung, stres bisa mengganggu kemampuan tubuh memproduksi sel-sel imun. Itu artinya, sekalipun gizi kita tercukupi, bisa saja kita mudah sakit-sakitan jika kita sering menderita stres.
Saat kita mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol. Hormon inilah yang diduga kuat sebagai biang keladi yang merusak sistem imun. Yang menarik, struktur kimia hormon ini mirip dengan kortikosteroid, obat yang punya efek menekan sistem imun.
Tak terhitung banyaknya bukti yang mengaitkan antara stres psikis dan penyakit fisik. Stres bisa menyebabkan sakit kepala, mag, sariawan, asma, hipertensi, dan masih banyak lagi. Artinya, makin pandai kita mengelola stres, makin kecil kemungkinan kita berurusan dengan obat-obatan.
Bab ini sebetulnya sudah di luar ilmu obat. Stres urusan psikologi sementara obat-obatan perkara farmakologi. Tapi karena keduanya tak terpisahkan, maka pengetahuan tentang ilmu mengelola stres sama pentingnya dengan pengetahuan tentang obat-obat bebas.

4.    Cukup istirahat
Pengaruh kurang istirahat terhadap daya tahan tubuh mirip dengan pengaruh stres psikis. Saat kita kurang istirahat, kemampuan tubuh untuk memproduksi sel-sel imun juga akan terganggu. Itu sebabnya, orang yang kurang tidur biasanya menjadi mudah sakit, mudah uring-uringan, mudah stres, mudah sakit kepala, dan sebagainya.
Dalam hal ini, anjuran dokter masih berlaku untuk kebanyakan orang: tidurlah delapan jam sehari. Sebagian orang memang bisa tidur kurang dari delapan jam sehari dan tetap sehat. Tapi ini bukan pembanding untuk orang kebanyakan. Ukuran tidur yang sehat tidak hanya dihitung berdasarkan kuantitas (lamanya) tapi juga kualitas (tingkat kenyenyakannya).
Ilmu fisiologi, sekali lagi, tak bisa dipisahkan dari ilmu psikologi. Jika kita selama ini perlu banyak minum obat karena terlalu memforsir diri dalam bekerja, sudah waktunya kita menimbang kembali pandangan kita tentang keseimbangan hidup.   

5.    Gizi ekstra dalam kondisi khusus
Pada saat-saat tertentu, kita sering tidak bisa menghindari kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh. Contoh gampang ketika kita harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk dan tidak bisa ditunda. Ini tentu akan memaksa tubuh bekerja lebih keras, istirahat menjadi kurang, stres psikis juga meningkat. Semua ini adalah faktor yang jelas-jelas menganggu sistem pertahanan tubuh.
Jika kita tidak bisa menghindari kondisi seperti itu, maka kita harus memberikan perhatian ekstra kepada faktor lain yang meningkatkan daya tahan tubuh. Asupan gizi harus benar-benar tercukupi. Makan jangan sampai telat. Konsumsi buah dan sayur harus lebih banyak dari biasanya. Usahakan hindari berada dekat dengan sumber penularan penyakit. Jika diperlukan, kita bisa minum suplemen multivitamin.
Namun, harus dicatat bahwa fungsi suplemen hanya sebagai bantuan dalam kondisi yang memang dibutuhkan. Misalnya, pada orang yang bekerja ekstra keras, kurang gizi, lansia, orang yang baru sembuh dari sakit, dan golongan rentan sakit lainnya. Ketika kita sudah kembali ke kondisi normal, kita sebaiknya mendapat asupan multivitamin dari makanan sehari-hari.
Dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin, kita tidak hanya mendapatkan multivitamin tapi juga zat-zat lain yang tidak bisa kita dapatkan dari suplemen multivitamin, misalnya serat dan antioksidan.

6.    Hindari faktor-faktor penekan sistem imun lain
Selain keempat faktor di atas, masih ada hal-hal lain yang bisa menurunkan kemampun tubuh memproduksi sel-sel imun, misalnya polusi, merokok, dan pemakaian obat-obat tertentu. Semua faktor ini harus dihindari.


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.




No comments:

Post a Comment