Saturday, November 17, 2012

OBAT ASMA (3)

Obat Semibebas
Obat kelompok ini boleh dibeli dalam jumlah terbatas tanpa resep dokter. Di kelompok ini, obat asma yang banyak beredar di pasaran biasanya mengandung:

1.    Dekongestan/pelega saluran napas atas. Misalnya efedrin. Cara kerja dan informasi efek sampingnya bisa dibaca di Bab PPA dan Pelega Hidung. Efek samping yang sangat perlu diketahui adalah jantung berdebar-debar atau sulit tidur.  

2.    Antihistamin/antialergi. Contoh obat: CTM/klorfeniramin maleat. Cara kerja dan informasi efek samping bisa dibaca di Bab Obat Alergi. Efek samping yang perlu diketahui adalah rasa kantuk dan mulut kering.

3.    Ekspektoran/pengencer dahak. Misalnya guaifenesin alias gliseril guaiakolat (GG). Cara kerja dan informasi efek sampingnya bisa dibaca di Bab Obat Batuk. Efek samping yang penting diketahui adalah iritasi lambung. Karena cara kerjanya mengencerkan dahak, produk yang berisi obat ini hanya untuk jenis asma yang disertai produksi banyak dahak.
Makin banyak kombinasi obat asma, makin besar risiko efek sampingnya. Karena itu, kalaupun kita membeli obat asma non-resep ini, pilihlah yang kandungannya memang kita butuhkan.

Obat
Contoh merek dagang
Efedrin, GG & CTM
Asbron®, Asficap®

4.    Teofilin. Obat ini bekerja dengan cara melebarkan saluran napas. Teofilin masih satu keluarga dengan kafein, zat yang banyak terdapat di dalam biji kopi dan daun teh. Saat minum obat ini, penderita sebaiknya menghindari kopi atau teh kental karena mungkin minuman ini akan meningkatkan risiko efek sampingnya. Beberapa gejala efek samping yang mungkin timbul antara lain mual, gelisah, jantung berdebar-debar, sampai sulit tidur.
Obat-obat asma yang banyak diiklankan di media massa pada umumnya mengandung teofilin. Biasanya obat ini dikombinasikan dengan efedrin, obat kelompok dekongestan (pelega saluran napas) yang juga punya efek samping mirip, antara lain menyebabkan jantung berdebar-debar sampai sulit tidur.
Karena itulah kita sebaiknya menggunakan obat asma golongan ini dengan sangat hati-hati. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Ibu hamil atau ibu menyusui sebaiknya menghindari penggunaan obat ini.

5.    Aminofilin. Tersedia dalam bentuk obat minum atau supositoria (torpedo yang dimasukkan ke dalam dubur). Di kemasan obat, nama obat ini mungkin tertulis sebagai teofilin etilendiamin. Obat ini memang sebetulnya teofilin yang digabungkan dengan zat lain yaitu etilendiamin. Bagian intinya tetap teofilin karena itu cara kerja aminofilin juga sama dengan teofilin. Efek sampingnya pun sama.
Obat ini sebetulnya bukan tergolong obat bebas tapi boleh diberikan oleh apoteker tanpa resep, hanya untuk pasien yang sudah pernah mendapat resep serupa dari dokter.

Obat
Contoh merek dagang
Teofilin
Quibron T/SR®, Bronchophylin®, Brondilex®, Bronsolvan®, Bufabron®, Cospamic®, Euphyllin®, Kalbron®, Nitrasma®, Pulmo-Timelets®, Retaphyl SR®, Theobron®, Samcolat®
Aminofilin
Phaminov®, Phyllocontin®
Teofilin & efedrin
Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asmalex®, Asthma Soho®, Bufakris®, Citobron®, Getbron®, Grafasma®, Ifasma®, Kontrasma®, Neo Asma®, Neo Hufasma®, Neo Napacin®, Neo Suwasthma®, New Ascaps®, Mediasma®, Omedrine®, Oskadryl Asma®, Prinasma®, Theochodil®
Teofilin & GG
Bronchophylin®
Teofilin, GG & efedrin
Brondilat®
Teofilin, efedrin & CTM
Asmasolon®, Asmavar®
Teofilin, GG, difenhidramin
Tusapres®



Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.


No comments:

Post a Comment