Saturday, November 17, 2012

OBAT ASMA (4)

Obat Resep
Kelompok obat di bawah ini bukan obat bebas. Sebagian besar hanya boleh didapatkan dengan resep dokter. Obat nomor 1–3 boleh diberikan dalam jumlah terbatas oleh apoteker tanpa resep. Tapi ini hanya berlaku untuk pasien yang sudah pernah mendapat resep serupa dari dokter dan sudah terbukti efektif serta aman.
Pasien yang belum pernah mendapat resep obat-obat ini sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri hanya berdasarkan cerita orang lain. Obat asma sangat individual. Obat yang tepat buat seorang pasien belum tentu tepat untuk pasien lain. Apalagi, sebagian besar obat asma memiliki efek buruk dan karena itu harus digunakan dengan sangat hati-hati.  

1.    Ketotifen. Cara kerja obat ini mirip dengan CTM karena sama-sama kelompok antihistamin. Sama seperti CTM, ketotifen juga bisa menyebabkan kantuk dan mulut kering. Tersedia dalam bentuk obat minum. Biasa digunakan untuk pencegahan. Tidak cocok untuk pertolongan pertama.

Obat
Contoh merek dagang
Ketotifen
Zaditen®, Astifen®, Ditensa®, Intifen®, Profilas®, Pehatifen®, Nortifen®, Scanditen®

2.    Salbutamol/albuterol. Tersedia dalam bentuk obat minum, juga dalam bentuk obat hirup. Salbutamol bisa digunakan sebagai pertolongan pertama, bisa juga digunakan untuk pencegahan.
Salbutamol merupakan obat asma yang paling banyak digunakan. Efek samping obat ini antara lain tremor (badan gemetar), sakit kepala, hingga jantung berdebar-debar dan sulit tidur.
Satu dosis salbutamol bisa bekerja selama sekitar lima jam. Artinya, dalam waktu lima jam itu, pasien bisa terlindungi dari asma. Lebih dari lima jam, efeknya sudah hilang. Karena itu, jika tujuan pemakaian adalah mencegah kekambuhan, pasien perlu mengulangi penggunaan setelah lima jam.
Penggunaan tiap lima jam ini agak merepotkan di malam hari sebab bisa mengganggu tidur. Dalam kasus seperti ini dokter mungkin akan meresepkan obat asma yang masa kerjanya lebih panjang.   
Pada sebagian produk, salbutamol digabungkan dengan guaifenesin/gliseril guaiakolat/GG. Ini golongan obat pengencer dahak (ekspektoran). Karena itu, obat ini hanya cocok digunakan pada asma yang disertai produksi banyak dahak. Baca juga Bab Obat Batuk. Jika asma tidak disertai dahak, penggunaan obat ini hanya akan meningkatkan kemungkinan efek buruk iritasi lambung.

Obat
Contoh merek dagang
Salbutamol
Ventolin®, Astop®, Ascolen®, Asmacare®, Astharol®, Azmacon®, Bromosal®, Bronchosal®, Brondisal®, Butasal®, Buventol®, Cybutol®, Fartolin®, Glisend®, Grafalin®, Hivent®, Lasal®, Librentin®, Pritasma®, Respolin®, Salbron®, Salbuven®, Saltam®, Salvasma®, Suprasma®, Varsebron®, Venasma®, Ventab®, Volmax®
Salbutamol & guaifenesin/GG
Ventolin Ekspektoran®, Fartolin Ekspektoran®, Lasal Ekspektoran®, Proventol-Ekspektoran®, Salbron Ekspektoran®, Salbuven Ekspektoran®
Salbutamol & teofilin
Teosal®

3.    Terbutalin. Masih satu golongan dengan salbutamol. Cara kerja, masa kerja, dan efek sampingnya pun serupa dengan salbutamol.

Obat
Contoh merek dagang
Terbutalin
Bricasma®, Asmabet®, Astherin®, Brasmatic®, Forasma®, Lasmalin®, Lintaz®, Nairet®, Neosma®, Pulmobron®, Relivan®, Sedakter®, Tabas®, Terasma®, Tismalin®, Yarisma®
Terbutalin & GG
Bricasma ekspektoran®, Terasma ekpektoran®

4.    Metaproterenol (orsiprenalin). Ini juga masih satu golongan dengan salbutamol. Cara kerjanya serupa, efek sampingnya juga mirip. Harus digunakan dengan sangat hati-hati pada penderita hipertensi, gangguan jantung, atau diabetes karena pada sebagian orang obat ini mungkin bisa memperparah penyakit-penyakit itu.

Obat
Contoh merek dagang
Metaproterenol
Alupent®

5.    Ipratropium. Obat ini bekerja dengan cara melegakan saluran napas dan mencegah produksi dahak. Untuk meningkatkan efektivitasnya, obat ini biasanya dikombinasikan dengan salbutamol. Karena tidak termasuk obat bebas, hanya gunakan obat ini di bawah pengawasan dokter.
Obat ini tersedian dalam bentuk obat uap (nebulizer). Saat menghirupnya, sebaiknya mata dipejamkan. Jangan sampai uapnya terkena mata sebab bisa menyebabkan iritasi dan gangguan penglihatan.
Selesai menghirup obat ini, berkumurlah dengan air untuk menghilangkan sisa obat di mulut agar terhindar dari efek samping mulut dan tenggorok kering.

Obat
Contoh merek dagang
Ipratropium
Atrovent®
Ipratropium & salbutamol
Combivent®, Farbivent®
Ipratropium & fenoterol
Berodual®

6.    Tiotropium. Obat ini masih termasuk satu kelompok dengan ipratropium. Efek sampingnya pun sama. Bedanya, obat ini memiliki masa kerja yang panjang, sekitar 24 jam. Lazimnya digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan pertama. Satu dosis bisa memberi perlindungan selama sehari-semalam.

Obat
Contoh merek dagang
Tiotropium
Spiriva®

7.    Salmeterol dan formoterol. Masih satu kelompok dengan salbutamol. Punya masa kerja yang lebih panjang, sekitar 12 jam. Sehingga, dalam sehari semalam, pasien cukup menggunakan dua kali. Cocok digunakan untuk pencegahan, terutama saat tidur di malam hari. Tapi obat ini tidak cocok digunakan untuk pertolongan pertama. Efek samping yang bisa timbul antara lain sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar, atau badan gemetar.

8.    Fenoterol. Sama seperti salbutamol, obat ini bisa digunakan untuk pertolongan pertama, juga bisa untuk pencegahan. Obat ini sempat diperdebatkan keamanannya karena diduga meningkatkan risiko fatal. Sekalipun pendapat ini masih diperdebatkan, kita sebagai konsumen awam sebaiknya mengambil jalan aman saja, yaitu hanya menggunakannya sesuai dengan petunjuk dokter.   

Obat
Contoh merek dagang
Fenoterol
Berotec®
Fenoterol & ipratropium
Berodual®

9.    Kortikosteroid, misalnya beklometason, budesonid, mometason, flunisolid, flutikason, triamsinolon, dsb. Digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan pertama.
Kortikosteroid bekerja sebagai obat asma dengan cara mencegah terjadinya radang pencetus asma. Baca juga Bab Kortikosteroid.
Obat kelompok ini sebetulnya memiliki banyak efek samping. Untuk mengurangi efek sampingnya, obat-obat kortikosteroid ini biasanya diberikan dalam bentuk obat hirup. Dibandingkan dengan kortikosteroid yang diminum, secara umum kortikosteroid yang dihirup relatif lebih aman. Bisa digunakan dalam jangka panjang.
Meski begitu, untuk menghindari efek samping yang mungkin bisa timbul, sebaiknya jangan membeli dan menggunakannya secara bebas. Silakan berkonsultasi ke dokter lebih dulu.
Salah satu efek buruk yang bisa timbul adalah sariawan akibat infeksi jamur di lidah dan rongga mulut. Risiko sariawan-jamur bisa dikurangi dengan cara berkumur tiap kali selesai menghirup obat untuk membersihkan sisa obat di lidah dan rongga mulut.
Risiko ini juga bisa diperkecil dengan cara menghirup obat menggunakan alat bantu spacer. Lihat Subbab Bentuk Obat Asma.
Spacer berupa sebuah tabung yang menghubungkan antara moncong inhaler dengan mulut kita. Penggunaannya, obat disemprotkan ke dalam spacer, tidak langsung ke dalam saluran napas kita, lalu pasien bernapas dari dalam spacer tersebut. Cara ini bisa mengurangi kemungkinan partikel semprotan kortikosteroid menempel di lidah, rongga mulut atau pangkal tenggorok.   
Selain sariawan, penggunaan kortikosteorid hirup dosis besar yang menahun juga bisa menurunkan laju pertumbuhan tinggi badan anak sekitar 1 cm per tahun. Itu sebabnya orangtua sebaiknya selalu mengonsultasikan penggunaan obat ini ke dokter untuk memperkecil kemungkinan risiko buruk ini. (http://www.acaai.org/allergist/asthma/asthma-treatment/Pages/default.aspx)
Sekali lagi, dalam dunia kedokteran, penggunaan obat hanya dianjurkan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya. Penggunaan obat jangka panjang memang mungkin bisa menyebabkan efek buruk, tapi jika asma tidak diobati maka risiko buruknya jauh lebih besar.

Obat
Contoh merek dagang
Budesonid
Pulmicort®, Imflammide®, Cycortide®
Beklometason
Beconase®, Becloment®
Flutikason
Flixotide®
Flutikason & salmeterol
Seretide®
Budesonid & formoterol
Symbicort®
Beklometason & salbutamol
Ventide®

10.  Kromolin/kromoglikat dan nedokromil. Obat ini bekerja dengan cara mencegah terjadinya radang pencetus asma. Biasa digunakan untuk pencegahan tapi tidak cocok untuk pertolongan pertama karena obat ini tidak punya efek melebarkan saluran napas. Pada umumnya efek maksimum antiasma obat ini baru terasa setelah pemakaian reguler selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.
Efek samping obat ini antara lain mulut dan tengggorok kering. Karena itu, sehabis menghirup obat ini sebaiknya pengguna berkumur-kumur.

Obat
Contoh merek dagang
Kromolin/kromoglikat
Tilade®, Intal 5®


Selain yang disebut di atas, masih ada beberapa lagi obat-obat asma lain seperti trimetokuinol, asefilin piperazin, prokaterol, dan zafirlukas. Dari sekian banyak obat asma di atas, yang paling sering diresepkan jangka panjang, dan sebaiknya diketahui pasien asma, adalah salbutamol dan  kortikosteroid. Teofilin juga sangat perlu diketahui karena obat ini banyak diiklankan di media massa dan boleh dibeli tanpa resep.


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.


1 comment:

  1. Nah ini yang saya cari..trims informasinya..sangat membantu

    ReplyDelete