Sunday, December 16, 2012

OBAT TBC PADA ANAK (3)


Minum Obat 6-8 Bulan
Jika seorang anak dinyatakan menderita TB, ia harus minum beberapa jenis obat, tak hanya satu jenis, setiap hari selama paling tidak enam bulan. Ini bukan perkara enteng mengingat organ lever dan ginjal anak belum berkembang sempurna. Dalam kondisi normal, anak-anak sangat dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari minum obat.
 Tapi dalam kondisi TB sudah pasti, memang tak ada pilihan lain. Minum obat mungkin akan membawa mudarat bagi si anak. Akan tetapi jika ia tidak minum obat, mudaratnya akan jauh lebih besar lagi. TB bisa menjadi semakin parah, semakin sulit disembuhkan, dan mungkin akan membuat anak lebih menderita lagi. TB parah bisa membuat paru-paru rusak dan penderita meninggal dunia. 
Orangtua harus memastikan bahwa vonis dokter dilakukan dengan akurat. Jangan sampai si anak, yang sebetulnya tidak menderita TB, divonis menderita TB. Ini bisa saja terjadi mengingat batuk grok-grok atau anak kurus dan tidak doyan makan bisa saja disebabkan oleh penyakit lain. Jika vonis dokter ternyata salah, maka yang akan menanggung akibatnya adalah si anak, ia harus minum sesuatu yang tidak ia perlukan selama setengah tahun.

Disiplin, Disiplin, Disiplin
Setelah vonis TB dijatuhkan, hal terpenting berikutnya adalah kedisiplinan. Minum obat selama minimal enam bulan adalah kewajiban yang tak boleh dilupakan satu kali pun. Satu kali saja tidak boleh lupa, apalagi satu hari atau bahkan beberapa hari.
Kuman TB adalah salah satu kuman paling bandel dan paling kuat di dunia. Untuk membasminya, kita perlu beberapa macam antibiotik, tidak cukup hanya satu. Pengobatannya pun tidak cukup beberapa hari tapi setidaknya harus enam bulan.
Selama waktu itu, orangtua harus memastikan si anak minum obat sesuai aturan dokter. Ini sangat penting karena biasanya anak-anak susah diajak kompromi untuk minum obat. Karena itulah, orangtua harus telaten dan disiplin. Telaten dan disiplin. Telaten dan disiplin.
Hal ini perlu ditegaksan sebab banyak orangtua yang, karena kasihan pada anaknya atau karena tidak telaten meninumkan obat, lantas menghentikan konsumsi obat begitu gejala sakit si anak sudah hilang. Padahal, hilangnya gejala sakit TB bukan berarti kuman telah terbasmi semuanya. Sekali lagi, kuman ini dikenal sebagai kuman yang sangat bandel.
Dalam kondisi digempur habis-habisan, ia akan berusaha “mengawetkan diri” dengan membentuk lapisan pelindung dan tidur tanpa makanan. Ia bisa bertahan dalam kondisi itu dalam jangka berbulan-bulan. Itulah sebabnya, pengobatan TB membutuhkan kedisiplinan ekstra.
Jika pengobatan dihentikan di tengah jalan, maka suatu saat kuman-kuman yang tidur itu akan bangun lagi dan menggerogoti tubuh si anak di kemudian hari. Jika ini sampai terjadi, pengobatan berikutnya menjadi lebih sukar. Waktu terapi pun menjadi lebih lama, bisa sampai dua tahun tanpa henti, obatnya pun dipastikan akan lebih mahal.
Pasalnya, kuman generasi kedua ini dipastikan akan lebih bandel dan lebih tahan terhadap obat yang terdahulu. Akibatnya, pemilihan obat menjadi lebih sulit. Orangtua harus menyiapkan lebih banyak duit. Masalah yang timbul pun menjadi lebih rumit. Soalnya, semakin banyak si anak minum obat, semakin besar kemungkinan fungsi hati dan ginjalnya terganggu.

Cegah TB dari Orang Dewasa
Sebagaimana penyakit infeksi lainnya, hal terpenting dalam pencegahan TB adalah menghindari penularan. Orangtua harus memastikan tidak ada anggota keluarga atau pembantu yang menderita TB. Jika ada, itu adalah lampu merah buat seisi rumah.
Kalau ada anggota rumah yang menderita TB, ia harus segera diobati agar tidak menulari anggota keluarga yang lain, terutama anak-anak. Mereka adalah kelompok yang paling rentan tertular karena daya tahan tubuh mereka relatif masih lemah.
Selain vaksin BCG, pencegahan TB pada anak harus dimulai dengan pemberantasan TB pada orang dewasa. Merekalah sumber penularan. Anak-anak hanyalah korban.
Di Indonesia, penyakit ini masih merupakan ancaman serius. Pemberantasan TB adalah tanggung jawab bersama. Semua orang yang dicurigai mengidapnya, harus segera pergi ke dokter. Jika positif TB, ia harus menjalani pengobatan sampai tuntas tas! Semua orang di sekitarnya juga harus ikut mengingatkan agar obat diminum dengan disiplin! Tak boleh kurang satu kali pun pun. Ini harga pas, tak bisa ditawar!


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



No comments:

Post a Comment