Saturday, February 2, 2013

ANTIBIOTIK (3)


3.       Tetrasiklin. Ini juga termasuk salah satu antibiotik yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Merek dagangnya yang sangat terkenal: Super Tetra®. Beberapa dekade yang lalu, Super Tetra sampai pernah menjadi obat yang paling banyak dipalsukan karena saking larisnya di pasar. Sampai-sampai obat ini sering dipakai untuk luka luar yang mestinya cukup diobati dengan antiseptik. Karena tetrasiklin terlalu banyak digunakan, saat ini makin banyak bakteri yang kebal terhadap antibiotik ini.

Salah satu sifat pentingnya, tetrasiklin mudah berikatan dengan kalsium. Karena itu, tetrasiklin dan semua turunannya sebaiknya tidak diminum bersama susu dan semua turunan susu seperti keju, es krim, dan yoghurt. (Contoh turunan tetrasiklin bisa dilihat di bawah).

Susu banyak mengandung kalsium. Jika diminum bersama tetrasiklin atau turunannya, maka kalsium ini akan berikatan dengan inti tetrasiklin dan mengurangi penyerapannya di usus.

Tidak itu saja, tetrasiklin juga bisa berikatan dengan kalsium di gigi dan tulang yang sedang dalam masa pertumbuhan. Itu sebabnya golongan obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, bayi dan anak-anak yang masih mengalami tumbuh gigi.

Bagi si ibu sendiri, tetrasiklin tidak berbahaya. Bahayanya terjadi pada janin. Begitu berikatan dengan kalsium gigi atau tulang, tetrasiklin dan turunannya akan membuat massa kalsium gigi atau tulang itu menjadi cokelat permanen.

Tetrasiklin juga bisa berikatan dengan aluminium. Itu sebabnya obat golongan ini sebaiknya tidak diminum bersama obat mag yang berisi garam aluminium.

Contoh merek dagang tetrasiklin: Super Tetra®, Dumocycline®, Ikacycline®, Soltralin®, Tetrin®, Tetrasanbe®.

Saat ini tetrasiklin sudah jarang diresepkan dokter karena sudah banyak bakteri yang kebal. Yang biasa diresepkan adalah turunan tetrasiklin generasi yang lebih baru.

Ada banyak jenis turunan tetrasiklin. Biasanya nama generasi baru tetrasiklin ini berakhiran “-siklin” seperti doksisiklin dan minosiklin.

4.      Kloramfenikol. Antibiotik ini dulu merupakan obat pilihan pertama untuk infeksi demam tifoid (sakit tifus). Tapi karena obat ini terlalu sering diminum secara bebas, makin banyak kuman yang kebal. Sekarang pada sebagian pasien, obat ini sudah bukan pilihan pertama lagi untuk infeksi tifus. Yang sekarang lebih banyak digunakan untuk obat tifus adalah turunannya, seperti tiamfenikol, atau antibiotik golongan lain.

Contoh merek dagang kloramfenikol: Chloramex®, Cloramidina®, Colme®, Colsancetine®, Combicetin®, Fenicol®, Grafacetin®, Kalmicetine®, Kemicetine®, Lanacetine®.

Contoh merek dagang tiamfenikol: Biothicol®, Cetathiacol®, Conucol®, Corsafen®, Dexycol®, Genicol®, Kalticol®, Lacophen®, Lanacol®, Nilacol®, Nufathiam®, Opiphen®, Promixin®, Solathim®, Thiamet®, Thiamfilex®, Thiamika®, Thiamycin®, Urfamycin®.

Pada sebagian kecil orang, kloramfenikol (dan turunanannya) bisa menyebabkan efek buruk gangguan sumsum tulang belakang. Ini alasan lain, kenapa sebaiknya kita tidak menggunakan obat ini kecuali atas resep dokter. Obat ini juga bisa mengganggu kesehatan janin, sehingga tidak disarankan buat ibu hamil.

 Pedoman Umum Minum Antibiotik

1.        Minum sampai habis. Jangan hentikan walaupun kita sudah merasa sembuh. Saat kita merasa sembuh, sebetulnya mungkin saja infeksinya belum betul-betul terbasmi. Masih ada kuman yang bertahan. Kuman-kuman ini harus dibasmi sampai tuntas supaya tidak menimbulkan resistensi.
2.       Usahakan minum antibiotik dengan jarak waktu yang sama. Misalnya, kita harus minum antibiotik tiga kali sehari. Usahakan minum obat ini dengan jarak 7-8 jam, misalnya pukul 06.00 (sehabis bangun tidur), pukul 13.00 (setelah makan siang), lalu pukul 20.00 (saat akan tidur). Bukan, misalnya, pukul  08.00, pukul 12.00, dan pukul 17.00. Aturan umum ini sebetulnya juga berlaku untuk kebanyakan obat lainnya. Untuk antibiotik, aturan ini perlu lebih ditekankan.
3.       Jika Anda lupa minum satu dosis, segera minum begitu ingat. Jangan minum dosis ganda. Misal, Anda harus minum antibiotik sehari tiga kali. Karena kesibukan kerja, Anda lupa minum dosis siang hari dan baru ingat saat akan tidur pukul 22.00. Jika itu yang terjadi, segera minum dosis malam. Cukup dosis malam saja. Dosis siang tidak usah diminum.



Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



No comments:

Post a Comment