Friday, February 1, 2013

ANTIBIOTIK (4)


5.       Siprofloksasin. Obat ini dulu termasuk “antibiotik kelas berat”. Kuman-kuman yang sudah kebal terhadap ampisilin, amoksisilin, dan tetrasiklin kadang masih bisa dibasmi dengan siprofloksasin, terutama untuk kasus infeksi saluran kemih. Namun, kelas antibiotik ini makin lama makin turun. Karena terlalu sering digunakan secara bebas, sekarang antibiotik ini turun kelas menjadi “kelas menengah”. Kini makin banyak kuman yang kebal terhadap siprofloksasin.

Jika penggunaan obat ini tidak kita batasi, apa yang terjadi di Thailand sangat mungkin terjadi pula di Indonesia. Di negara itu, banyak kejadian infeksi penyakit menular seksual. Untuk mengobati infeksi ini, orang-orang menggunakan siprofloksasin secara bebas. Karena saking seringnya antibiotik ini digunakan, banyak bakteri yang kebal. Kondisi ini diperparah oleh penggunaan siprofloksasin yang luas di bidang peternakan. Akibatnya, obat ini sudah bukan lagi pilihan pertama untuk infeksi saluran kemih.

Bukan itu saja, kuman penyebab diare pun banyak yang kemudian kebal dengan obat ini. Ini bukti bahwa perilaku masyarakat dalam konsumsi antibiotik sangat berpengaruh terhadap keampuhannya.  

Selain masalah resistensi, siprofloksasin juga sebaiknya tidak digunakan secara bebas karena mungkin bisa menyebabkan gangguan jaringan sendi.

Termasuk salah satu antibiotik dengan tingkat konsumsi tertinggi, siprofloksasin pun memiliki puluhan nama merek dagang. Tak kurang dari enam puluh buah.

Contoh merek dagang siprofloksasin: Bactiprox®, Baquinor®, Bernoflox®, Cetafloxo®, Ciflos®, Ciprec®, Ciprobiotic®, Ciproxin®, Civell®, Corsacin®, Etacin®, Floxbio®, Floxigra®, Hexiquin®, Interflox®, Lapiflox®, Phaproxin®, Poncoflox®, Proxcip®, Proxitor®, Qinox®, Quamiprox®, Quidex®, Quinobiotic®, Renator®, Scanax®, Zumaflox®.

Untuk mengatasi banyaknya kuman yang kebal, diciptakanlah turunan-turun siprofloksasin. Sebagian besar namanya juga berakhiran “-floksasin”, seperti norfloksasin, ofloksasin, lefofloksasin, moksifloksasin, dsb.


Baru Empat Dekade

Dibandingkan antibiotik-antibiotik lain, siprofloksasin sebetulnya masih belum lama beredar. Sebagai gambaran, ampisilin dikembangkan oleh pabrik farmasi Beecham Inggris tahun 1961. Amoksisilin juga dikembangkan oleh Beecham tahun 1972. Tetrasiklin bahkan sudah dipatenkan oleh Pfizer, pabrik farmasi Amerika, tahun 1952. Kloramfenikol dikembangkan oleh dua industri farmasi Amerika, Parke-Davis, tahun 1949. Ampisilin sudah beredar lima dekade, amoksisilin empat dekade, tetrasiklin dan kloramfenikol sudah enam dekade. 

Sementara siprofloksasin baru dipatenkan oleh Bayer, perusahaan farmasi Jerman, tahun 1986. Artinya, belum tiga dekade sampai saat ini. Sungguh disayangkan, obat yang belum berumur tiga dekade harus kehilangan keampuhannya hanya karena penggunaannya yang berlebihan.

Dari fakta di atas, kita bisa melihat, antibiotik makin lama makin tidak ampuh. Ini berbeda dengan obat golongan lain, katakanlah parasetamol. Sejak ditemukan di akhir abad ke-19, lalu dipasarkan secara luas tahun 1953 oleh perusahaan farmasi Amerika, Sterling-Winthrop, sampai sekarang pun keampuhan parasetamol tak berubah. Sekalipun sudah digunakan secara luas di seluruh dunia selama enam dekade, sampai sekarang parasetamol masih tetap efektif ebagai obat sakit kepala.

Selain beberapa antibiotik di atas, masih ada puluhan lagi antibiotik yang beredar di Indonesia dengan ratusan merek dagang. Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan sepenuhnya kepada dokter yang tepercaya.
Jika kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari antibiotik, lalu apa yang bisa kita lakukan apabila sakit? Untuk sakit-sakit ringan seperti demam, flu, pilek, batuk, dan radang tenggorok, sariawan, silakan baca di bab-bab yang berkaitan. 


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.


1 comment:

  1. Antibiotik apa yang cocok untuk kasus pasca operasi fistula?luka nya sampai sekarang belum sembuh dan masih mengeluarkan nanah..
    Sudah coba kelas ciflofloksasin tapi belum ada perkembangan mohon saran

    ReplyDelete