Friday, March 22, 2013

OBAT BRONKITIS



Salah satu gangguan kesehatan yang mirip dengan radang tenggorokan adalah bronkitis. Keduanya tidak sama tapi memang terjadi pada daerah yang berdekatan. Radang tenggorok terjadi di bagian yang disebut “faring”. Itu sebabnya di leaflet obat kadang radang tenggorok disebut faringitis.
Sementara bronkitis adalah radang yang terjadi di bronkus. Bronkus merupakan saluran udara dari tenggorok menuju ke paru-paru. Bronikitis itu radang bronkus. Faringitis itu radang tenggorok. (Akhiran -itis berarti radang.)
Bronkitis umumnya disertai dengan gejala batuk (kadang berdahak, kadang tidak), napas sesak, pendek-pendek, kadang berbunyi (mengi). Batuknya khas, berbeda dari batuk flu-pilek, karena terasa seperti berasal dari dada. Gejala lainnya mirip dengan gejala radang tenggorok.
Sebagian besar kita biasanya mengobati bronkitis dengan antibitoik. Padahal, radang bronkus sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Sama seperti radang tenggorok. Kemungkinan bronkitis disebabkan oleh bakteri hanya sekitar 10%. Pada infeksi virus, antibiotik sama sekali tidak berguna, bahkan menimbulkan efek samping dan resistensi. Meski begitu, kadang dokter meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder.
Bagaimana jika bronkitis disertai dengan batuk berdahak? Apakah kita perlu minum obat batuk? Batuk merupakan refleks tubuh untuk mengeluarkan kuman atau kotoran dari saluran napas. Batuk berguna mengeluarkan dahak di bronkus yang berisi kuman.
Kalau kita minum obat antibatuk yang menekan refleks batuk (antitusif), sebetulnya pada saat itu kita mematikan mekanisme tubuh mengeluarkan kuman. Obat batuk diperlukan, misalnya, jika batuk sampai menggangu tidur dan menurunkan kualitas istirahat. Itu pun harus obat batuk golongan ekspektoran, yang membantu mengeluarkan dahak. Bukan obat pereda batuk (antitusif). Biarkan refleks batuk bekerja mengeluarkan dahak dan kuman.  
Obat batuk golongan antitusif boleh diminum kalau batuk tersebut tidak berdahak. Jika berdahak, hindari antitusif. Sebab, obat macam ini justru akan membuat dahak menumpuk di saluran napas dan membuat bronkitis makin sulit sembuh.
Bronkitis kadang bisa terjadi berbulan-bulan, terutama pada anak. Untuk kondisi seperti ini sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri. Bawa anak ke dokter.
Jika anak kita mengalami bronkitis kronis, kita perlu mencurigai kemungkinan penyebabnya adalah sesuatu yang kronis pula. Misalnya polusi udara, debu, asap rokok, asap pembakaran, infeksi yang berulang, dan sebagainya.
Mungkin karena di rumah ada anggota keluarga yang merokok; mungkin karena ventililasi udara rumah tidak baik; mungkin karena rumah kita berdekatan dengan jalan yang berdebu atau dekat kawasan industri; mungkin karena rumah kita di daerah yang udaranya tercemar; mungkin karena kita bekerja di lingkungan yang udaranya banyak mengandung debu atau uap bahan kimia. Kemungkinannya banyak.
Biasanya solusi jangka panjangnya bukanlah obat melainkan perubahan kesehatan lingkungan, misalnya memperbaiki ventilasi udara, menjauhkan penderita dari asap, menanam pepohonan di pekarangan rumah, atau (yang ekstrem) mungkin saja sampai perlu pindah rumah jika memang penyebabnya adalah polusi udara di lingkungan rumah.
Yang tak boleh dilupakan, penderita bronkitis kronis pada umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. Itu sebabnya, agar tidak mudah kambuh, penderita harus memperbaiki daya tahan tubuhnya secara umum, mulai dari pola makan, olahraga, sampai istirahat.
Bronkitis bisa bertahan lama karena radang di bronkus memang lebih sulit sembuh dibanding radang di tenggorok. Kadang infeksinya sudah sembuh tapi batuknya masih belum hilang.  
Pengobatan bronkitis yang bisa kita lakukan sendiri adalah meredakan gejalanya. Misalnya, minum obat batuk-berdahak, obat batuk-kering, obat pelega hidung (dekongestan), atau obat asma.
Tidak ada obat batuk khusus bronkitis. Obat batuk sama saja, baik untuk batuk akibat flu-pilek, batuk akibat radang tenggorok, batuk akibat bronktis, maupun akibat penyakit lainnya. Sebagian merek obat batuk memosisikan diri sebagai spesialis obat batuk-bronkitis. Ini hanya positioning di dunia marketing.
Bronkitis akibat infeksi virus biasanya akan sembuh sendiri dalam tempo satu atau dua minggu. Jika tidak sembuh juga dalam dua minggu, sebaiknya kita pergi ke dokter. Kita juga sebaiknya pergi ke dokter jika:
·         Batuknya sampai membuat kita sulit tidur
·         Disertai demam di atas 38 C
·         Batuk disertai bercak darah
·         Disertai mengi atau sesak napas



Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.






No comments:

Post a Comment