Thursday, January 24, 2013

OBAT BUAT IBU HAMIL (3)


5.       Obat flu dan dekongestan (pelega hidung). Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan obat, terutama obat minum. Jika hidung tersumbat karena flu, ibu hamil sebaiknya berusaha mengatasi flunya dengan cara non-obat, misalnya minum sup hangat, pijat, spa, beryoga, atau yang lain. Hidung tersumbat bisa diringankan dengan menghirup uap air hangat dari ember.

Jika hidung masih saja tersumbat, gunakan tetes hidung steril yang berisi air dan garam saja (misalnya Breathy®). Jika tetes air garam masih belum bisa mengatasinya, ibu hamil bisa menggunakan obat tetes atau semprot hidung yang berisi oksimetazolin (seperti Afrin®, Inza Nasal®, Iliadin®), atau berisi xylometazolin (misalnya Otrivin®, Zovrin®).

Obat minum yang berisi fenilpropanolamin (PPA) atau pseudoefedrin sebaiknya dihindari, kecuali atas resep dokter dan untuk pemakaian sesekali.

6.      Suplemen vitamin dan mineral. Secara umum vitamin dan mineral aman buat ibu hamil. Beberapa suplemen tertentu bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil, misalnya asam folat dan zat besi. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing atau mengalami gangguan di saraf otak dan saraf tulang belakang. Begitu pula kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan anemia.

Meski begitu, bukan berarti suplemen vitamin dan mineral bisa diminum sebanyak yang dimaui. Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan obat maupun suplemen. Kebutuhan vitamin dan mineral sebaiknya dicukupi dari makanan, seperti buah, sayur, daging, susu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sebangsanya.

Asam folat bisa didapatkan dari sayur-sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, dan kacang-kacangan. Zat besi banyak terdapat di dalam daging merah, daging ayam, dan ikan.

Jika terpaksa menggunanan suplemen, sebisa mungkin hindari suplemen vitamin atau mineral dosis tinggi. Ukuran dosis bisa dilihat dari keterangan persentase terhadap angka kecukupan gizi di kemasan suplemen. Dalam dosis wajar, vitamin dan mineral aman buat ibu hamil. Namun, dalam dosis kelewat tinggi (overdosis) vitamin dan mineral yang terakumulasi di tubuh ibu justru bisa berbahaya bagi janin.

Sebagai contoh, overdosis vitamin A di trimester pertama mungkin justru bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan abnormalitas di wajah dan sarafnya.

7.      Obat batuk. Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan obat. Hindari faktor-faktor yang bisa mencetuskan batuk. Sebelum minum obat, redakan batuk dengan cara non-obat, misalnya minum air hangat, minum wedang jahe hangat, menyesap jahe yang dimemarkan, atau minum obat tradisional seperti perasan jeruk nipis dengan madu atau kecap.

Batuk yang wajar sebetulnya tak perlu dilawan dengan obat karena batuk adalah refleks alami untuk megeluarkan sesuatu dari saluran napa. Tak perlu khawatir. Refleks batuk yang wajar tidak akan mengganggu kesehatan janin.

Sebisa mungkin hindari penggunaan ekspektoran/pengencer dahak guaifenesin (glieseril guaiakolat). FDA mengelompokkan obat ini ke dalam kategori C. Ini kategori untuk obat yang belum diketahui keamanannya. Mungkin aman buat janin, mungkin pula tidak. Begitu pula obat batuk golongan antitusif (untuk batuk kering). FDA pun mengelompokkannya ke dalam kategori C.

Bagi orang yang tidak hamil, obat ini tergolong obat bebas. Tapi bagi ibu hamil, penggunaannya harus sangat hati-hati, dalam tempo singkat. Apabila batuk berlangsung dalam jangka lama, hindari penggunaan obat terus-menerus. Konsultasikan ke dokter. Untuk panduan lebih detail, silakan cek langsung di
http://www.aafp.org/afp/2003/0615/p2517.html


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.


No comments:

Post a Comment