Wednesday, March 27, 2013

OBAT FLU-PILEK (1)




Apa beda antara flu dan pilek? Ini pertanyaan awam yang jawabannya masih belum disepakati di kalangan ahli bahasa kedokteran. Hingga saat ini, istilah flu dan pilek masih sering dipakai secara bergantian sebagai sinonim. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV pun masih belum membedakan keduanya dengan jelas. Selain flu dan pilek, masih ada istilah lain yang mirip, yaitu selesma dan influenza.


  • Pilek: sakit (demam) dengan banyak mengeluarkan ingus (biasanya disertai batuk-batuk kecil); selesma.
  • Flu: penyakit menular pd saluran pernapasan yg disebabkan oleh virus; influenza; pilek
  • Selesma: sakit kedinginan sehingga mengeluarkan ingus; pilek; ingus.
  • Influenza: radang selaput lendir pada rongga hidung (yang menyebabkan demam); penyakit demam yang mudah menular, disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dsb; selesma

Sebagian kalangan medis membedakan keduanya. Penjelasannya mungkin agak ruwet untuk kebanyakan orang awam. Secara gampang, kita bisa menganggap flu adalah pilek yang berat. Kalau gejalanya hanya berupa bersin-bersin dan hidung meler, itu namanya pilek. Tapi kalau gejalanya berat sampai disertai demam dan sakit kepala, itu bisa disebut sebagai flu. Flu bisa disertai sakit kepala, demam, dan batuk. Itu sebabnya obat flu kadang sulit dibedakan dari obat sakit kepala, obat demam, dan obat batuk.

Penyebab
Flu dan pilek adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Virus penyebab flu dan pilek ini bermacam-macam. Jenisnya sekitar 200-an. Virus ini menyerang saluran napas bagian atas, yaitu hidung dan tenggorok. (Sekadar untuk diketahui, istilah yang dipakai di kalangan medis adalah tenggorok, bukan tenggorokan).

Virus flu ini masuk ke dalam tubuh lewat mulut atau hidung. Kuman-kuman ini menular lewat percikan cairan saat penderita bersin, batuk, atau bicara. Bisa juga menular lewat benda-benda yang dipegang penderita.

Karena disebabkan oleh virus, penyakit flu ini tidak bisa diobati dengan antibiotik. Jadi, tak perlu minum antibiotik. Percuma, sia-sia, tiada guna dan faedahnya. Antibiotik hanya bisa bekerja untuk infeksi bakteri. Obat jenis ini tidak berdaya menghadapi virus.

Bagian ini perlu kita bahas karena di Indonesia sebagian kalangan masyarakat punya kebiasaan yang tidak rasional. Saat terkena flu, mereka berusaha mengobati diri sendiri, pergi ke apotek membeli antibiotik yang merupakan obat resep. Bahkan, sebagian dokter pun punya kebiasaan meresepkan antibiotik buat pasien flu, terutama pasien anak-anak.  

Kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan kalau terkena flu? Masak, sakit kok tidak minum obat?

Penyakit ini termasuk self limiting diseases. Artinya, gejalanya bisa hilang dengan sendirinya, asalkan daya tahan tubuh dalam kondisi normal, dan tidak disertai dengan komplikasi penyakit lainnya. Jadi, tanpa minum obat pun penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya, biasanya dalam tempo satu sampai dua minggu.

Kalau gejalanya sudah dalam tingkat menjengkelkan, misalnya sakit kepala berat atau hidung meler tak henti-henti, bolehlah kita minum obat untuk meringankan gejala-gejala tersebut. Namun, perlu dicatat, obat-obat ini tidak menyembuhkan flu, melainkan hanya meredakan gejalanya. Obat-obat ini tidak membasmi virusnya, tapi hanya meredakan sakit kepalaya atau hidung melernya.   

Umumnya obat-obat flu termasuk golongan obat bebas. Istilah kerennya OTC (over the counter), boleh dibeli bebas di konter toko atau apotek tanpa resep dokter. Selain obat sakit kepala, obat flu mungkin merupakan golongan obat yang paling banyak dibeli di apotek. Harap maklum, penyakit ini memang bisa menyerang siapa saja, kapan saja.

Yang perlu diingat adalah bahwa semua obat flu bekerja secara simptomatis (hanya menghilangkan gejala), tidak melawan virus penyebabnya. Tugas menghalau virus ini tetap dilakukan oleh sistem pertahanan tubuh kita sendiri. Fungsi obat hanya membantu supaya selama perang melawan virus itu, kita tidak terganggu sakit kepala, demam, batuk, ataupun pilek.


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.





No comments:

Post a Comment