Saturday, March 23, 2013

OBAT MAG (2)


2.    Penghambat Produksi Asam Lambung

Di Indonesia, obat golongan ini sebagian bisa dibeli bebas, sebagian harus dengan resep dokter. Sekalipun ada produk yang bisa dibeli tanpa resep, sebaiknya obat golongan ini digunakan dengan hati-hati. Saat membelinya di apotek, tanyakan efek sampingnya kepada apoteker.

Contoh golongan ini antara lain simetidin, famotidin, dan ranitidin.

Contoh merek dagang obat yang mengandung obat golongan ini adalah Promag Double Action®. Produk ini berisi kombinasi tiga bahan, yaitu kalsium karbonat, magnesium hidroksida, dan famotidin. Kalsium karbonat dan magnesium hidroksida merupakan golongan penetral asam lambung. Sedangkan famotidin bekerja mengurangi produksi asam lambung. Oleh produsennya, Kalbe Farma, famotidin disebut sebagai “antagonis reseptor H2” atau “acid blocker”. Ini istilah lain untuk obat yang bekerja mengurangi produksi asam lambung.

Selain golongan obat “idin-idin” ini, ada pula obat yang lebih kuat, yang bekerja dengan cara menutup saluran yang produksi asam lambung. Obat-obat golongan ini di Indonesia masih termasuk golongan obat keras. Misalnya, omeprazol, esomeprazol, dan lansoprazol.

Obat golongan keras ini dibahas di sini bukan agar pembaca bisa mengobati diri sendiri, lalu membelinya dari apotek tanpa konsultasi ke dokter. Itu bukan tujuan pembuatan tulisan ini. Pembahasan obat keras dimaksudkan agar pembaca sebagai konsumen mengetahui hal-hal penting tentang obat yang diminum.

Swamedikasi (pengobatan sendiri) dengan obat-obat golongan ini bisa berbahaya. Beberapa penelitian menyebutkan, salah satu risiko yang bisa timbul dari penggunaan jangka panjang obat keras ini adalah menurunnya daya ingat.

Dua golongan obat mag (idin-idin dan prazol-prazol) ini punya waktu kerja lebih lama dibandingkan antasid. Dokter biasanya meresepkan untuk mengatasi gangguan mag kronis yang tidak lagi bisa diatasi dengan antasid saja.

Kalau sakitnya sudah parah dan ada indikasi luka infeksi di lambung, dokter kadang meresepkan antibiotik, misalnya metronidazol. Obat ini berfungsi membasmi bakteri Helicobacter pylori.

Obat lain yang juga bisa digunakan dalam obat mag adalah bismut subsalisilat. Obat ini bekerja dengan cara meredakan iritasi di lambung. Kadang digunakan dalam obat antidiare. Tapi di Indonesia, hanya beberapa merek dagang obat mag yang menggunakannya.   

Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat, obat mag bermacam-macam. Yang paling perlu diketahui oleh konsumen awam adalah golongan antasid. Lainnya hanya perlu diketahui kalau kita mendapatkan obat-obat ini dari resep dokter.  

 

Obat Mag Bukan untuk Jangka Panjang

Banyak orang menganggap gangguan mag bukan sesuatu yang perlu ditangani secara serius. Telan obat, beres. Sebagai konsumen yang cerdas, sebaiknya kita tidak mudah terbujuk oleh iklan. Iklan-iklan obat selalu membangun pandangan yang serbagampang. Sakit mag? Minum obat ini, pasti beres

Cara pandang ini menyebabkan sakit mag tidak tertangani dengan baik dan menjadi kronis. Akhirnya penderita tidak bisa melepaskan diri dari obat-obatan. Padahal obat mag sebetulnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih dari dua minggu secara berturut-turut.

Setidaknya ada dua alasan mengapa penderita gangguan mag tidak boleh mengandalkan diri pada obat. Alasan pertama, jika minum antasid dibiasakan terus-menerus, maka beban kerja ginjal sebagai penyaring darah menjadi semakin berat. Alasan kedua, antasid tidak bisa menyembuhkan gangguan mag dari akarnya. Antasid hanya meredakan gangguan mag sesaat. Itu berarti, penyembuhan sakit mag, mau tidak mau, harus dimulai dari pola makan dan pola hidup. Identifikasi dulu penyebabnya lalu atasi.

Semakin lama sakit mag dibiarkan, semakin besar kemungkinan dinding lambung terinfeksi kuman Helicobacter pylori. Bakteri ini adalah bakteri kelas berat yang untuk membasminya pun dibutuhkan antimikroba kelas berat. Dengan kata lain, jika sampai terjadi infeksi, sakit mag bisa menjadi sangat parah. Itu sudah bukan sakit mag biasa.  

Cara Minum Obat Mag yang Tepat

Jika kita minum obat mag untuk mencegah kekambuhan, aturan cara minum harus diperhatikan benar. Karena fungsinya menetralkan asam klorida, obat golongan antasid sebaiknya diminum pada saat lambung tidak berisi makanan. Waktu yang tepat adalah satu jam sebelum makan atau dua jam sesudah makan. Pemilihan waktu ini didasarkan pada alasan efektivitas kerja.

Jika obat diminum pada saat lambung terisi makanan, maka fungsi antasidnya berkurang. Lebih dari itu, pada saat lambung berisi protein, asam lambung tidak boleh dinetralkan karena ia dibutuhkan untuk membantu pencernaan protein. Jika tidak dicerna dengan baik, protein bisa terurai menghasilkan gas. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya rasa penuh di perut. Keadaan ini bisa semakin parah jika makanan yang masuk lambung kaya akan protein.


  

 

Tip Praktis Atasi Gangguan Mag

·         Usahakan tidak mengisi lambung dengan banyak makanan ataupun minuman, karena hal itu akan memaksa lambung berkontraksi dan memproduksi asam lebih banyak.
·         Jika mungkin, makanlah secara teratur, dalam porsi sedikit, tetapi sering. Makan sehari 6 x ½ piring lebih baik daripada 3 x 1 piring.
·         Makanlah secara pelan-pelan. Kunyah makanan dengan baik sebelum menelannya.
·         Hindari minuman soda, makanan pedas, atau berlemak tinggi, kopi, obat berisi kafein, aspirin, asam mefenamat, ibuprofen, dan obat-obat yang mengiritasi lainnya.
·         Jika minum antasid tablet, kunyah dulu supaya reaksi kerjanya di lambung lebih cepat.
·         Kelola stres dengan baik. Stres adalah persoalan di luar makanan yang paling sering menjadi pemicu sakit mag.




Komposisi obat
Contoh merek dagang
Antasid
Actal®, Stomacain®, Alugel®, Erphamag®, Gelusil®
Antasid & antikembung
Acitral®,  Actal Plus®, Aludonna D®, Almacon®, Anflat®, Asidrat®, Atmacid®, Berlosid®, Biomag MPS®, Bufantacid®, Citral®, Corsamag®, Decamag®, Dexanta®, Di-Gel®, Exomag®, Farmacrol Forte®, Gastrucid®, Gelusil MPS®, Gestabil®, Gestamag®, Lagesil®, Lexacrol®, Lexacrol Forte®, Magalat®, Magasida®, Magtral®, Magtral Forte®, Myllacid®, Nudramag®, Plantacid®, Plantacid Forte®, Polycrol®, Polysilane®, Progastric®, Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox®
Antasid & penghambat produksi asam
Magard FA®, Neosanmag®, Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag Double Impact®



Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



No comments:

Post a Comment