Tuesday, March 19, 2013

OBAT MATA (1)



Ada banyak sekali jenis gangguan mata. Di bab ini kita hanya akan membahas gangguan mata yang banyak terkait dengan pola orang banyak membeli obat mata secara bebas. Sebagian obat mata memang termasuk obat bebas, tapi sebagian besar yang lain sebetulnya termasuk kategori obat resep.

Mata termasuk organ yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Salah obat bisa fatal akibatnya. Itu sebabnya sebagian besar obat mata dimasukkan ke dalam golongan obat resep. Tentu saja tujuan utamanya adalah untuk melindungi konsumen.

Dari sekian banyak gangguan mata, yang paling sering kita alami adalah mata kering dan radang selaput mata. Dalam bahasa medis, selaput yang menutupi kelopak mata disebut konjungtiva. Penyakit radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Konjungtivitis inilah yang paling sering membuat kita membeli obat mata.

Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebut konjungtivitis ini sesuai dengan gejala yang kita rasakan, seperti mata merah atau mata gatal. Gejala seperti ini sebetulnya tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk memilih obat mata yang tepat. Pemilihan jenis obat haruslah didasarkan pada penyebabnya, bukan gejalanya.

Konjungtivitis bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan, misalnya akibat debu, alergen, virus, bakteri, lensa kontak, asap, uap cat, bahan kimia, klorin kolam renang, atau kekurangan cairan mata. Masing-masing penyebab itu membutuhkan perlakukan yang berbeda.

1.      Mata kering

Biasanya mata kering dapat kita rasakan dari gejala perih dan panas di mata. Gangguan ini bisa terjadi ketika kita:

  • Bekerja lama di depan monitor
  • Berada di ruangan ber-AC yang udaranya kering
  • Berada di kabin pesawat (biasanya AC kabin pesawat cenderung kering)
  • Bersepeda atau berada di tempat dengan angin kencang atau matahari yang terik
  • Mengalami penurunan produksi air mata akibat usia lanjut, menopause, kekurangan vitamin A dan omega-3, mengalami sakit atau minum obat tertentu

Jika radang disebabkan oleh mata kering, pertolongan pertama yang bisa kita lakukan adalah menetesi mata dengan air mata artifisial. Obat golongan ini termasuk obat bebas, bisa dibeli tanpa resep dokter.

Meski air mata buatan ini aman, sebaiknya kita tidak menggunakannya setiap hari. Sebisa mungkin kita harus mengatasi penyebabnya lebih dulu—jika memang bisa dihilangkan. Misalnya, jika penyebabnya adalah udara AC yang teralu kering, kita bisa menyetel kelembapannya dan mengatur arah embusan angin AC agar tidak tidak langsung ke wajah kita. Jika penyebabnya adalah angin kencang saat bersepeda, kita bisa menggunakan kacamata pelindung.

Jika kita bekerja di depan komputer, biasakan sering berkedip. Kedipan mata akan menjaga bola mata tetap basah. Atur posisi monitor sehingga tidak terlalu tinggi. Kalau posisi monitor berada di atas jarak nyaman penglihatan, kita akan cenderung membuka mata lebih lebar sehingga menyebabkan air mata cepat menguap. 

Jika penyebabnya adalah kekurangan vitamin A dan omega-3, kita bisa meningkatkan asupan kedua gizi ini dari makanan seperti wortel, brokoli, ikan, dan kacang-kacangan. Intinya, penyebab mata kering harus diatasi lebih dulu agar tidak perlu menggunakan obat mata setiap hari. Sebab, jika sering kering, mata akan mudah mengalami radang dan infeksi.

Bagaimanapun, produk air mata buatan ini tidak bisa sama persis dengan air mata yang diproduski oleh tubuh manusia. Sebagian produk bahkan sengaja ditabahi pengawet, misalnya benzalkonium klorida, untuk mencegah pertumbuhan kuman. Karena itu, sebaiknya obat tetes ini tidak digunakan setiap hari dalam jangka panjang. Apalagi obat jenis ini tidak mengobati kondisi sakitnya, hanya melembapkan, melumasi, dan mengurangi gejala sakitnya sesaat.

Kandungan cairan mata artifisial misalnya natrium klorida, kalium klorida (potasium klorida), dekstran 70, hipermelose (hidroksipropil metilselulose), karmelose (karboksimetilselulose), polivinil alkohol.

Contoh merek dagang: Insto Moist®, Rohto Tears®, Cendolytreers®, GenTeal®, Sanbe Tears®, Braito Tears®, Isotic Tearin®, Tears Naturale II®, Optifresh®, Liquifilm®, Cenfresh®.

Jika memang sakit yang kita alami adalah mata kering saja, hindari penggunaan obat tetes mata selain kelompok pelumas dan pelembap ini, apalagi jika untuk pemakaian lama.

2.      Debu

Jika radang disebabkan oleh debu, mata harus dibersihkan lebih dulu dengan air bersih yang mengalir atau dengan cairan mata artifisial. Rasa gatal dan tidak nyaman akibat iritasi bisa kita redakan dengan kompres air dingin atau air hangat. Caranya, celupkan kain bersih ke dalam air, peras sedikit, lalu tempelkan di mata yang tertutup. Untuk meredakan radangnya, kita bisa menggunakan obat-obat bebas yang mengandung dekongestan (pelega) mata.

Fungsi dekongestan mata mirip dengan dekongestan hidung, yaitu melegakan mata. Contoh obat: tetrahidrozolin, nafazolin, oksimetazolin, silometazolin, fenilefrin. Obat-obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah yang menyebabkan warna merah di mata. Kadang obat mata golongan ini juga ditambah zat astringen untuk mengurangi iritasi, misalnya seng sulfat.

Contoh merek dagang: Insto®, Visine®, Rohto®, Ailin®, Braito Original®, Isotic Clearin®, Optrine®, Santo®, Visolin®, Visto®, Oculosan®, Vitrasin®.


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.




No comments:

Post a Comment