Tuesday, March 19, 2013

OBAT MATA (2)


3.      Alergi

Pada sebagian orang, debu jalanan tak hanya bisa menyebabkan iritasi biasa, tapi kadang bisa juga menimbulkan alergi. Gajala alergi mata umunya lebih parah daripada sekadar iritasi biasa. Selain debu jalanan, alergen lain misalnya debu tanaman atau debu dari hewan. Biasanya konjungtivitis akibat alergi ini terjadi pada orang yang memang punya bakat alergi.

Untuk meredakan rasa gatal, kita bisa menggunakan kompres hangat. Untuk meredakan alerginya, kita bisa menggunakan obat mata yang mengandung antialergi. Contoh antialergi dalam obat mata: antazolin, pemiroslat, kromolin (kromoglikat), feniramin maleat.

Contoh merek dagang: Alegysal®, Chrom-Ophtal®, Albalon-A®, Alegysal®, Flamergigi®, Isotic Azora®, Naphcon-A®, Vasacon-A®, Convers®, Optohist®.

Jika alergi mata cukup parah, obat bebas mungkin tidak cukup meredakannya. Pasien harus ke dokter. Mungkin dokter perlu meresepkan obat mata yang mengandung steorid. Semua obat yang mengandung steroid bukan termasuk obat bebas karena bahan obat ini mungkin bisa menimbulkan efek merugikan. Sebaiknya hindari penggunaannya kecuali atas resep dokter. Contoh steroid yang biasa digunakan di obat mata: deksametason, betametason, prednisolon, hidrokortison.


4.      Infeksi

Kita sebagai orang awam mungkin sulit membedakan radang mata akibat infeksi atau bukan. Sebagai patokan sederhana, radang akibat infeksi biasanya disertai gejala mata banyak berair, rasa gatal disertai nyeri, dan adanya tahi mata. Jika produksi tahi mata banyak, kadang sampai membuat mata sulit dibuka saat kita bangun tidur.

Gejala infeksi mata memang tidak selalu seperti itu. Tapi pedoman sederhana ini bisa kita gunakan sebagai dasar untuk segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala seperti itu, teruatam jika sakit mata tidak sembuh dalam tiga hari.

Infeksi mata biasanya juga diawali dari satu mata (mata kiri atau kanan saja) kemudian menular ke mata di sisi lain. Jika sakit mata itu dialami bersamaan atau bergantian oleh orang-orang satu rumah, satu kelas, atau satu tempat kerja, kemungkinan besar itu memang disebabkan oleh infeksi.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, radang jenis ini harus dilawan dengan obat tetes atau salep mata yang mengandung antibiotik. Antibiotik di obat mata jenisnya bermacam-macam. Contoh-contohnya bisa dilihat di Bab Antibiotik. Semua termasuk kategori obat resep. Sebaiknya jangan menggunakannya secara bebas tanpa konsultasi ke dokter.

Selain bakteri, virus penyebab flu pilek dan radang tenggorokan juga bisa menjadi biang infeksi. Jika infeksi mata disebabkan oleh virus yang sama dengan virus flu-pilek atau radang tenggorokan, penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya seperti flu-pilek. Obat mata yang mengandung antibiotik tidak akan berguna karena memang antibiotik hanya bisa melawan bakteri tapi tidak bisa membasmi virus.

Untuk beberapa jenis virus tertentu, diperlukan obat dengan kandungan antivirus yang hanya bisa didapat dengan resep dokter. Dalam kondisi infeksi virus, dokter mungkin akan meresepkan obat mata berisi antibiotik dengan daya kerja ringan untuk mencegah infeksi bakteri.

Pasalnya, pada saat mata sakit, apalagi jika disertai rasa gatal yang sangat mengganggu, kita cenderung mengucek-uceknya. Makin sering dan makin kuat kita mengucek-uceknya, justru makin besar kemungkinan mata terkena infeksi berikutnya. Itu sebabnya mata gatal sebaiknya tidak diucek-ucek. Untuk meredakan gatalnya, kita bisa menggunakan kompres hangat.

Untuk mencegah radang mata akibat infeksi, kita bisa melakukan beberapa tip berikut:
-          Sering-sering ganti sarung bantal, tak perlu menunggu sampai kumal. Saat mata mengalami infeksi, ganti sarung bantal setiap hari untuk mencegah penularan.
-          Jangan berbagi peralatan-peralatan yang kontak dengan mata seperti sapu tangan dan handuk.
-          Saat sakit mata, jangan gunakan kosmetik mata. Saat sudah sembuh, jangan berbagi kosmetik mata dengan orag lain.
-          Saat sakit mata, untuk sementara jangan gunakan lensa kontak. Jika sudah sembuh, gunakan lensa kontak secara higienis sesuai petunjuk.
-          Jangan membiasakan diri mengucek mata. Jika perlu membersihkan mata, gunakan tisu.
-          Sering-sering cuci tangan.
-          Jangan berbagi obat mata dengan orang lain sebab ini akan meningkatkan kemungkinan penularan.
-          Gunakan pelidung mata, misalnya kacamata, terutama saat berada di luar rumah.
-          Hindari angin kencang karena biasanya aliran udara yang kuat membawa debu, alergen, kuman, dan menyebabkan mata menjadi kering.
-          Saat meneteskan mata, lensa kontak harus dilepas dulu. Setelah lima belas menit kemudian, lensa bisa dipakai lagi.
-          Saat menggunakan tetes mata, jangan sentuhkan ujung penetes dengan apa pun, termasuk jari tangan atau mata. Kontak dengan benda lain mungkin justru bisa membawa kuman masuk ke dalam obat mata itu.


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.





No comments:

Post a Comment