Thursday, March 28, 2013

OBAT SAKIT KEPALA DAN NYERI (2)



6. Faktor fisikal. Misalnya, bekerja terlalu capek atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.

7. Perubahan lingkungan. Contohnya, pindah bekerja di tempat baru, ruangan baru, kantor baru, atau tempat tinggal baru.

8. Putus kafein, putus nikotin, dsb. Misalnya, jika seseorang biasa minum kopi atau merokok, lalu dia menghentikan kebiasaan ini, ia bisa mengalami sakit kepala karena otaknya sudah terbiasa mendapat suplai kafein dari kopi atau nikotin rokok.

9. Rangsangan indera. Misalnya, cahaya lampu yang terlalu terang, sinar matahari yang menyilaukan, suara yang terlalu bising, atau parfum yang terlalu menyengat.

10. Gas polutan. Misalnya, terlalu banyak menghidup asap knalpot, uap cat, atau asap rokok.

11. Pemakaian obat. Obat bisa menjadi biang keladi sakit kepala, terutama obat sakit kepala yang diminum terus-menerus. Mungkin ini terdengar aneh tapi memang begitulah sifat obat. Jika kita sakit kepala, lalu minum obat sakit kepala, rasa sakit itu bisa hilang sesaat. Namun, jika kita terus-terusan minum obat tersebut, obat itu justru bisa memicu sakit kepala. Itu sebabnya kalau kita langganan sakit kepala, sebaiknya kita fokus ke penyebabnya, bukan dengan cara mengandalkan obat-obatan. Obat sakit kepala hanya menyelesaikan masalah sesaat, tidak menyelesaikan masalah secara permanen, bahkan mungkin saja bisa menambah masalah.

12. Penyakit lain. Sakit kepala mungkin saja merupakan gejala dari penyakit lain, misalnya flu, demam berdarah dengue, tifus (demam tifoid), infeksi lain, tekanan darah tinggi (hipertensi), tumor, gangguan pembuluh darah, gangguan saraf gigi, dan masih banyak lagi.

Selain contoh-contoh di atas, masih ada amat sangat banyak sekali faktor yang termasuk kategori “dan lain-lain”. Saking banyaknya, tidak mungkin disebut satu persatu di sini.

Atasi Akar Masalahnya
Jika kemungkinan penyebab sakit kepala begitu banyak, lalu bagaimana kita bisa mengobatinya? Di sinilah pentingnya kita mengenali penyebabnya dengan tepat. Kekeliruan mengenali penyebabnya bisa menyebabkan sakit kepala berulang terus dan menjadi kronis. Karena penyakit ini sangat berkaitan dengan pola hidup kita sehari-hari, orang yang paling tahu penyebabnya adalah Anda sendiri.

Untuk mengatasi rasa nyeri, kita bisa menum obat-obat yang dijual bebas di apotek. Namun, harap dicatat, obat-obat ini hanya bekerja menghilangkan rasa nyeri. Jika masalah utama penyebab sakit kepala tidak diselesaikan, maka nyeri bisa saja timbul lagi berulang-ulang.

Pengobatan harus meliputi dua hal, yaitu pengobatan simptomatis (mengatasi rasa nyerinya) dan pengobatan kausatif (menghilangkan penyebabnya). Keduanya harus dilakukan beriringan. Setelah rasa nyeri diatasi, si biang keladi nyeri juga harus diselesaikan. Misalnya, jika sakit kepala dipicu oleh pola tidur yang tidak teratur, kita juga harus mengatur pola tidur. Jika penyebabnya adalah stres, kita harus mengatasi dulu stres itu. Jika penyebabnya adalah hipertensi, maka penderita juga harus mengontrol tekanan darahnya. Sekali lagi, sakit kepala sangat berkaitan dengan gaya hidup secara umum. Obat antinyeri saja tidak cukup. Harus disertai perubahan pola hidup.

Jika akar masalahnya tidak diselesaikan, sakit kepala cenderung menjadi kronis. Jika sudah kronis, umumnya penderita akan sangat tergantung kepada obat. Sedikit-sedikit minum obat. Bahkan, satu tablet kadang tidak mempan lagi lalu sampai harus menenggak dua tablet sekaligus. Selain akan membahayakan liver (hati), minum obat terus-menerus juga akan menyebabkan penderita lebih gampang terkena nyeri.

Obat Migrain

Salah satu jenis sakit kepala yang khas dan sering terjadi adalah migrain (migren). Lagi-lagi, pada orang dewasa, sakit kepala jenis migrain ini lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Gangguan migrain bisa bersifat genetik. Bisanya penderita migrain juga punya riwayat keluarga yang sama-sama menderita migrain. 

Migrain berupa sakit kepala hebat yang berdenyut-denyut. Bisa terjadi di kedua sisi kepala, tapi umumnya hanya menyerang satu sisi. Makanya orang awam menyebutnya sakit kepala sebelah”. Selama mengalami migrain, penderita biasanya menjadi sensitif terhadap cahaya dan suara. Sedemikian sensitifnya sehingga cahaya lampu biasa pun bisa sangat mengganggu. Kadang migrain juga disertai dengan rasa mual dan perasaan seolah-olah lengan atau tungkai ditusuk dengan jarum-jarum halus.

Obat sakit kepala jenis migrain ini sedikit berbeda dari obat sakit kepala biasa. Ada obat migrain yang bisa dibeli bebas, pula yang tidak. Yang kategori obat bebas, selain mengandung pereda nyeri, obat migrain biasanya juga ditambah dengan kafein. 


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.


No comments:

Post a Comment