Friday, March 22, 2013

OBAT SEMBELIT (1)



Huh, sebel, udah beberapa hari gak BAB, perutku jadi gak nyaman. Karena itu aku minum dua tablet xxxxxxxx saat malam. Efektif tanpa mulas berlebihan.” (Iklan teve)

Tak ada yang salah dengan iklan di atas. Iklan memang harus menggoda pemirsa teve untuk membeli. Kalau tidak menggoda, tentu bukan iklan namanya. Iklan memang harus persuasif: Kapan pun Anda mengalami susah buang air besar atau sembelit, belilah obat ini. Minum dua tablet di malam hari, maka di pagi harinya saat Anda bangun tidur, masalah Anda akan selesai.

Tapi apakah benar masalah akan selesai? Untuk jangka pendek, mungkin ya. Namun, untuk jangka panjang, rasanya tidak. Sebab, obat sembelit sebetulnya hanya merupakan pertolongan pertama, tidak boleh digunakan berkali-kali, apalagi dalam jangka panjang. Ini berlalu untuk hampir semua obat sembelit. Pengobatan sembelit yang utama bukanlah obat dari apotek tapi perubahan gaya hidup. Sembelit—istilah medisnya konstipasi—pada umumnya berkaitan dengan pola hidup sehari-hari.

Idealnya, kita buang air besar (BAB) setiap hari. Namun, ini tidak bisa dijadikan patokan umum untuk semua orang. Sebagian orang memang memiliki jadwal BAB rutin setiap pagi. Sebagian orang tidak memiliki jadwal rutin. Kadang hanya dua hari sekali. Sekalipun tidak rutin dan tidak setiap hari, kondisi ini tidak bisa disebut sebagai sembelit. Sebagai ukuran gampang, seseorang dikatakan mengalami konstipasi jika dalam seminggu ia hanya BAB dua kali atau kurang; tinjanya keras, sampai harus mengejan kuat saat BAB.

Penyebab sembelit yang paling umum, antara lain:

1.   Kurang bergerak. Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus besar. Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging, bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik yang bisa merangsang gerakan usus.

2.   Kurang serat dan cairan. Serat dan cairan diperlukan oleh usus untuk membentuk feses yang lembek dan mudah dikeluarkan. Jika seseorang kekurangan keduanya, feses menjadi keras dan susah dikeluarkan.

3.    Perubahan hormonal. Ini misalnya terjadi pada ibu hamil. Selain akibat perubahan hormonal, sembelit pada ibu hamil bisa juga terjadi akibat tekanan kandungan yang membesar terhadap usus. Perubahan hormonal tubuh saat mengalami stres dan depresi juga bisa memicu sembelit.

4. Kebiasaan menunda BAB. Kebiasaan menahan keinginan BAB akan menyebabkan feses tertahan di usus besar lalu volumenya membesar dan menjadi kering sehingga memblokade jalan di usus besar. Akibatnya antrean feses akan akan lebih lama tertahan di sana. Selain itu, kebiasaan menunda “acara ke belakang” juga bisa membuat usus besar menjadi malas bergerak sehingga bisa menyebabkan sembelit.

5.    Pemakaian obat tertentu, misalnya obat penenang. Obat ini biasa diresepkan untuk pasien yang mengalami kecemasan. Bukan hanya obat penenang, obat antisembelit pun bisa menyebabkan sembelit jika dipakai terlalu sering. Kok bisa? Obat antisembelit (istilah lokalnya, pencahar) merangsang usus besar bergerak mendorong feses keluar. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah sebabnya, obat antisembelit sebaiknya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama.

6.   Kondisi sakit tertentu. Sembelit pada umumnya tidak berbahaya, tapi ada kalanya ia merupakan gejala dari penyakit lain yang serius, misalnya penyumbatan pada usus, tumor usus, dan sebagainya.

7.    Makanan tertentu. Pada bayi, misalnya, jenis susu formula tertentu bisa menyebabkan sembelit. Perubahan makanan dari ASI ke makanan padat juga bisa menyebabkan sembelit pada bayi. Banyak makan buah yang rasanya kelat (misalnya salak yang rasanya sepat, pisang yang belum cukup matang), atau minum teh kental yang sepat juga bisa menyebabkan sembelit. Rasa sepat pada buah atau daun berasal dari komponen tanin yang dalam jumlah banyak bisa menyebabkan konstipasi. 


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



No comments:

Post a Comment