Friday, March 22, 2013

OBAT SEMBELIT (2)


Sebagian besar akar masalah sembelit berasal dari pola hidup, dan karena itu bisa diselesaikan dengan perubahan pola hidup. Bila kita sudah berusaha menyelesaikannya dengan perubahan pola hidup tapi tetap tak ada hasilnya, kita harus berkonsultasi ke dokter.

Sekalipun bukan tergolong masalah serius, konstipasi harus segera diatasi. Jika tidak, ia bisa bekembang menjadi wasir (ambien) atau infeksi anus. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, sembelit juga bisa meningkatkan risiko kanker usus besar (kolon).

Agar kita terbebas dari sembelit tentu saja kita harus menjauhi penyebabnya, dengan cara:

·         Konsumsi cukup serat. Serat merupakan “nutrisi” penting yang sering terlupakan di dalam gaya hidup modern. Sumber serat terpenting adalah buah dan sayur. Secara umum, kita dianjurkan mengonsumsi serat minimal 25 gram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 3—5 porsi buah atau sayur. Satu buah apel, satu buah mangga, seiris pepaya, seiris semangka, semangkuk sayur bayam, dan sebagainya bisa dihitung masing-masing sebagai satu porsi. Jika kita awalnya termasuk orang yang tidak begitu suka makan buah dan sayur, peningkatan konsumsi sebaiknya dilakukan pelan-pelan, tidak sekaligus. Jika kita tiba-tiba makan sayur dan buah dalam jumlah banyak, hal ini mungkin akan menyebabkan masalah timbulnya gas berlebihan di dalam usus.

·         Minum cukup air. Sama seperti serat, fungsi air dalam hal ini untuk mencegah sembelit. Dalam sehari, kita dianjurkan minum air 1,5—2 liter. Jumlah ini termasuk air minum, kuah sayur, dan air yang ada di dalam buah yang kita makan. Pada pagi hari, minumlah air hangat.  

·         Biasakan aktif bergerak. Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus besar dan menyebabkan sembelit. Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging, bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik yang bisa merangsang gerakan usus.

·         Biasakan “ke belakang” dengan jadwal yang rutin, misalnya pagi hari. Jangan suka menunda-nunda keinginan BAB. Jika BAB biasa ditunda, ini akan meningkatkan risiko kemungkinan konstipasi.

·         Saat sembelit, sebisa mungkin hindari penggunaan obat pencahar (antisembelit) yang kini banyak dijual bebas dan banyak diiklankan di teve. Obat antisembelit memang bisa menyembuhkan gangguan konstipasi. Tapi efeknya hanya sesaat. Dalam jangka panjang, obat ini justru bisa membuat sembelit menjadi kronis jika tidak diatasi dengan perubahan pola hidup. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah sebabnya, obat pencahar sebaiknya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama.


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.





No comments:

Post a Comment