Saturday, March 16, 2013

PIL KB (1)



Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis metode kontrasepsi. Sebetulnya, berdasarkan prinsip umum “do no harm”, metode kontrasepsi yang paling aman adalah yang tidak mengintervensi sistem biologis tubuh. Contohnya, metode pantang berkala, coitus interruptus (sanggama terputus), dan kondom.
Sayangnya, metode-metode yang sangat mengandalkan pengendalian diri pihak pria ini sering kali gagal. Itu sebabnya pil KB (untuk perempuan) dibutuhkan. Metode ini jauh lebih mudah dan efektif meski, sayangnya, mengintervensi sistem biologis wanita. Asal dikonsumsi sesuai petunjuk, pil KB bisa mencegah kehamilan sampai 99%. (Bagaimanapun, tetap ada kemungkinan hamil tapi kemungkinannya kecil sekali, di bawah 1%.)
Secara umum, pil yang berisi hormon ini bekerja dengan cara mencegah pematangan telur. Kalaupun telur telanjur matang, pil KB masih bisa bekerja dengan cara merangsang produksi cairan kental yang menyebabkan sperma sulit mencapai sel telur. Kalaupun sperma bisa mencapai sel telur, pil KB masih bisa bekerja dengan cara membuat sel telur yang sudah dibuahi itu tidak bisa menempel dan berkembang di rahim.


Konsultasi Dulu ke Dokter
Sekalipun banyak pil KB bisa didapat tanpa resep, wanita calon pemakai sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter atau setidaknya ke bidan sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, kandungan hormon maupun dosis pil KB bervariasi antarmerek. Ada yang hanya berisi satu jenis hormon, ada pula yang berisi kombinasi dua hormon. Produk yang kandungannya sama pun bisa saja dosisnya berbeda. Karena isi dan dosisnya berbeda-beda, efeknya pun berbeda-beda. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan si wanita.
Konseling dan pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan. Calon akseptor KB harus diperiksa apakah siklus haidnya teratur, apakah ada benjolan di payudaranya, apakah ada kista di rahimnya, apakah ada gangguan fungsi liver, apakah ia merokok, apakah ia menyusui, apakah ia menderita hipertensi, apakah ada riwayat kanker payudara di keluarganya, dan masih banyak lagi. Semua faktor di atas berpengaruh terhadap pemilihan pil KB.
Konseling ini harus dilakukan untuk mencegah kemungkinan buruk yang mungkin bisa timbul di belakang hari. Efek pil KB bisa sangat individual. Pada wanita tertentu, pil KB bisa menyebabkan peningkatan berat badan, jerawatan, atau naik turunnya mood, sementara pada wanita lain tidak. Efeknya mungkin sulit diramal. Itu sebabnya konseling dan pemantauan oleh dokter atau bidan sangat diperlukan. Sekali lagi, bagaimanapun juga, pil KB adalah obat yang mengintervensi tubuh wanita.
Selain itu, pil KB tertentu juga punya efek samping yang menguntungkan, misalnya mengurangi jerawat, menjadikan siklus haid lebih teratur, atau bahkan mengurangi gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan, si wanita bisa memperoleh pil KB yang tepat sehingga mendapat dua manfaat sekaligus.
Sebab, ada kalanya wanita terus-menerus berjerawat. Sudah memakai bermacam-macam obat, tetap saja jerawatnya membandel. Jerawat kadang justru hilang ketika minum pil KB TERTENTU (tidak semua jenis). Dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan, pemakai bisa memilih pil KB yang benar-benar tepat.
Ada juga sebagian wanita yang setiap menjelang haid selalu mengalami nyeri hebat. Segala macam cara sudah ditempuh tapi gejala itu tetap berulang tiap kali datang bulan. Nyeri itu baru hilang justru ketika minum pil KB tertentu. Ini sebagian dari manafaat lain pil KB yang hanya akan kita dapat kalau kita berkonsultasi ke dokter lebih dulu. 


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.


1 comment:

  1. terimakasih atas informasinya, sangat membantu sekali :)

    ReplyDelete