Friday, March 22, 2013

SUPLEMEN (1)



Suplemen adalah salah satu produk farmasi yang paling banyak diiklankan karena termasuk golongan consumer goods. Suplemen bukan termasuk obat. Biasanya berisi vitamin, mineral, dan bahan-bahan lain yang bukan termasuk kategori obat.

Di pasaran terdapat ribuan merek suplemen. Sesuai namanya, “supplement” adalah pelengkap. Hanya diperlukan dalam kondisi khusus. Jadi, tidak perlu diminum setiap hari. Ini definisi suplemen. Dengan kata lain, kalau sehari-hari kita hanya bisa aktif setelah minum suplemen, itu berarti kesehatan kita tidak dalam kondisi fit. Berarti kita tergantung kepada sesuatu yang mestinya hanya menjadi pelengkap.
Dalam kondisi biasa, suplemen mestinya tidak kita butuhkan. Kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, itu berarti kita berarti harus memperbaiki asupan nutiris dari makanan kita. Suplemen mestinya tidak kita perlukan kecuali asalkan kita makan dengan cukup gizi, ditunjang olahraga rutin dan istirahat yang cukup, serta pola hidup sehat lainnya.
Lalu kapan kita memerlukan suplemen? Apa yang disebut “kondisi khusus” itu?

·        Wanita hamil, menyusui, atau usia subur. Wanita hamil memerlukan suplemen sebab ada janin dalam kandungannya. Ia membutuhkan tambahan kalsium untuk pembentukan tulang janin, tambahan zat besi untuk pembentukan sel darah janin, tambahan asam folat untuk pembentukan organ-organ janin, dan lain-lain. Begitu pula pada saat menstruasi, wanita mungkin memerlukan suplemen dari luar untuk mengganti sel-sel darahnya yang hilang.
·        Olahragawan dan pekerja keras. Meskipun multivitamin dan mineral tidak mengandung kalori (energi), zat-zat ini diperlukan untuk membantu sistem tubuh memproduksi energi dari makanan.
·        Anak dalam masa pertumbuhan. Pada masa ini, suplemen diperlukan untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuhnya.
·        Orang yang kurang gizi, sakit dalam jangka lama, terutama kaum lansia, baru sembuh dari sakit, atau mendapat terapi antibiotik jangka panjang. Dalam jangka panjang, terapi antibiotik mempengaruhi flora normal pencernaan dan mengganggu penyerapan vitamin K. Orang seperti ini membutuhkan suplemen untuk mengganti vitamin dan bakteri baik di dalam ususnya.
·        Orang yang harus menjaga daya tahan tubuhnya dalam kondisi khusus, misalnya petugas kesehatan yang menangani wabah atau orang yang bekerja lembur. 

Vitamin
Salah satu komponen penting suplemen adalah vitamin. Yang termasuk kategori ini misalnya Vitamin A, B, C, D, E, K. Kadang vitamin ditulis dengan nama lainnya:

Vitamin         Nama yang mungkin tertulis di kemasan
A                     Betakaroten
B-1                  Tiamin
B-2                  Riboflavin
B-3                  Niacin
B-5                  Asam pantotenat
B-6                  Piridoksin
B-7                  Biotin (Vitamin H)
B-9                  Asam folat
B-12               Kobalamin
C                     Asam askorbat
D                     Kalsiferol
E                     Tokoferol


Menurut sifat kelarutannya, vitamin dikelompokkan menjadi dua bagian: larut lemak dan larut air. Golongan pertama, larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Jika vitamin-vitamin ini dikonsumsi hingga berlebihan, sisanya akan ditimbun di dalam jaringan-jaringan tubuh. Dalam jumlah yang terlalu besar, timbunan ini malah bisa berbahaya.
Inilah salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak terlalu gemar minum suplemen, terutama dari golongan yang larut lemak. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan kondisi lain yang betul-betul berupa penyakit.
Golongan larut air yaitu vitamin B dan C, dan kolin (kelompok vitamin B kompleks). Karena larut di dalam air, vitamin-vitamin ini tidak akan ditimbun di dalam tubuh jika dikonsumsi berlebih, tapi dikeluarkan lewat urine atau feses.
Meski demikian, tidak berarti kita boleh bebas semaunya mengonsumsi suplemen vitamin larut air. Tetap ada risiko overdosis. Sebagai contoh, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C bisa menimbulkan menyebabkan sakit mag dan batu ginjal. 

Jangan Sampai Tergantung
Sebagaimana makanan, suplemen multivitamin sebetulnya tidak menyebabkan ketergantungan. Namun, jika seseorang telah terbiasa minum dosis tinggi tiap hari kemudian mendadak dihentikan, tubuhnya akan merasa seperti dalam keadaan kurang gizi. Ini disebabkan karena tubuhnya telah terbiasa mendapat suplai vitamin dosis tinggi.
Dalam keadaan mendapat suplai dosis tinggi setiap hari, tubuh membiasakan diri mengeliminasi (membuang) vitamin dengan cepat, sehingga jika tidak mengonsumsi suplemen, ia akan menderita gejala seperti defisiensi vitamin. Inilah penjelasan kenapa jika kita biasa minum suplemen lalu tiba-tiba berhenti, kita akan merasa kurang bertenaga.
Sekali lagi, suplemen tidak untuk diminum setiap hari. Sekalipun Dian Sastro dan para artis membujuk kita untuk minum suplemen setiap hari, jangan mudah tergoda. Kalau kita setiap hari membutuhkan doping suplemen, itu berarti ada yang tidak beres dengan pola hidup kita, mungkin pola makan, olahraga, istirahat, atau paparan stres yang kita hadari sehari-hari.

No comments:

Post a Comment