Friday, March 22, 2013

OBAT TAMBAH DARAH (1)

Obat Tambah Darah


Orang awam sering mencampuraduk pengertian kurang darah dan tekanan darah rendah. Kedua penyakit ini sebetulnya berbeda tapi sering kita anggap sami mawon. Kurang darah adalah kondisi yang dalam bahasa medis disebut anemia. Sementara tekanan darah rendah adalah kondisi hipotensi (lawan kata dari hipertensi). Tapi dalam bahasa sehari-hari kita sering menyebut keduanya dengan satu nama: darah rendah.
Obat-obat seperti Sangobion®, Livron B Plex®, dkk. yang banyak tersedia di apotek dan banyak diiklankan di media massa itu adalah obat untuk anemia alias kurang darah, bukan obat untuk mengatasi tekanan darah rendah. Hingga saat ini belum ada obat tekanan darah rendah yang bisa dibeli bebas.
Kedua penyakit ini sering dianggap sama karena memang nama dan gejalanya yang mirip. Kurang darah adalah kondisi ketika kita kekurangan komponen sel-sel darah merah bernama hemoglobin yang berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dari paru-paru. Jika kita kekurangan hemoglobin, tubuh kita akan kekurangan oksigen. Kondisi ini akan menyebabkan kita tidak bugar dan ngantukan. Gejala ini biasa kita sebut sebagai 5L+: letih, lesu, lemah, lunglai, loyo, letoy, lemot, lelet, lowbatt, lan liyo liyane. Selain itu, gejala anemia mungkin berupa sakit kepala, wajah pucat, napas pendek-pendek, atau jantung berdetak kencang.
Adapun tekanan darah rendah (hipotensi) adalah kondisi rendahnya tekanan cairan darah di dalam pembuluhnya. Ibarat kerja pompa air, tekanan darah rendah adalah kondisi ketika air tidak mengalir dengan deras. Gejalanya memang bisa saja 5L+ seperti pada anemia, tapi penyebabnya bukan karena kekurangan hemoglobin.
Kondisi hipotensi bisa diperiksa dengan mudah menggunakan alat pengukur tekanan darah yang biasa kita sebut sebagai tensimeter. Adapun kondisi kurang darah (anemia) harus diperiksa dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan cuplikan darah. Dengan kata lain, kalau lengan kita dibebat lalu dipompa oleh perawat, itu berarti kita sedang menjalani pemeriksaan tensi. Sementara jika lengan kita disedot darahnya dengan jarum suntik, itu berarti kita menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin.

Penyebab Kurang Darah

Ada banyak faktor yang bisa membuat kita mengalami kekurangan hemoglobin. Beberapa penyebab utamanya adalah:

·         Kurang gizi
Agar bisa memproduksi hemoglobin dan sel darah merah, tubuh memerlukan zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Mineral dan vitamin ini banyak terdapat di dalam hati, daging sapi, daging kambing, daging ayam, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua seperti bayam dan brokoli.
Secara umum, orang yang menghindari makanan hewani (seperti vegetarian) punya kemungkinan lebih besar mengalami anemia daripada orang yang makan secara bervariasi, baik sumber nabati maupun hewani. Sayuran dan buah sebetulnya banyak mengandung zat besi. Akan tetapi zat besi paling mudah diserap dari daging hewani.
Sekalipun kita sudah cukup banyak mengonsumsi zat gizi di atas, kita bisa saja mengalami anemia jika tubuh tidak menyerap zat-zat gizi itu dengan baik. Beberapa jenis makanan dan obat-obatan diketahui bisa mengganggu penyerapan zat besi, misalnya teh pekat, susu sapi, obat-obat mag golongan antasida, dan sebagainya.
Teh pekat banyak mengandung tanin yang akan mengikat zat besi sehingga menjadi lebih sulit diserap di usus. Begitu pula susu sapi mengandung senyawa bernama kasein yang bisa berikatan kuat dengan zat besi sehingga menyebabkan mineral ini tidak diserap dengan baik pada bayi yang minum susu formula sebagai pengganti ASI.
Anak-anak dan remaja juga bisa mengalami anemia karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan yang pesat. Ibarat masa pembangunan, sel-sel darah merah diperlukan lebih banyak untuk mengimbangi pertumbuhan badannya yang pesat.

·         Hamil atau menyusui
Wanita hamil atau menyusui banyak kehilangan zat besi karena ia harus berbagai darah dan zat-zat gizi dengan si kecil. Secara umum, ibu hamil dan menyusui membutuhkan zat gizi 30% lebih besar dari kondisi biasa. Jika saat hamil atau menyusi, ia makan dengan gizi seperti biasa, sangat mungkin ia akan mengalami anemia. Kemungkinan kurang darah akan menjadi lebih besar jika saat hamil ia sering muntah atau jika janin yang dikandung lebih dari satu alias kembar.

·         Kehilangan banyak darah
Misalnya, menstruasi yang hebat, perdarahan akibat kecelakaan, atau perdarahan internal (di dalam tubuh) akibat penyakit tertentu, misalnya luka di lambung atau usus.

·         Kondisi penyakit bawaan
Misalnya penyakit yang disebut anemia aplastik, anemia hemolitik, talasemia, atau penyakit lain yang mengganggu produksi sel darah merah maupun penyakit yang menyebabkan sel darah merah cepat mati. Ini sepenuhnya wilayah dokter.


·         Dan sebagainya


Dapatkan buku karya pemilik blog iniBUKU OBAT SEHARI-HARIterbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia, toko buku online, dan toko buku lain.



3 comments: